Warga Difabel di Sikka Masih Menunggu Divaksin

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Para difabel yang merupakan kelompok rentan dan tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, perlu segera mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Kelompok difabel menjadi kelompok rentan yang harus divaksin dan menjadi priorotas pemberian vaksinasi Covid-19,” sebut Ketua Forum Belarasa Difabel Nian Sikka (Forsadika), Kabupaten Sikka, Maria Norma Yunita Ngewi, saat ditemui di Pelabuhan Laurens Say, Maumere, Senin (5/7/2021).

Norma, sapaannya, menyebutkan sebanyak 541 difabel di Kabupaten Sikka yang terdaftar di organisasi Forsadika belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara gratis dari pemerintah.

Ketua Forum Belarasa Difabel Nian Sikka (Forsadika) Kabupaten Sikka, NTT, Maria Norma Yunita Ngewi, saat ditemui di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Senin (5/7/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengaku sudah dihubungi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan sudah diminta untuk mendaftar, sehingga dirinya pun memberikan nomor telepon anggota dan pengurus difabel di setiap kecamatan.

Norma mengaku masih menunggu vaksinasi dari pemerintah dan menurut informasi yang diterimanya, proses vaksinasi harus bertahap, dimulai dari tenaga medis dan baru masyarakat.

Disebutkannya, para difabel lainnya juga ada yang takut divaksin, sehingga sebagai ketua Forsadika dirinya harus menjadi contoh bagi teman-teman difabel, agar tidak takut divaksin.

“Ada teman-teman difabel yang siap dan ada juga yang takut, karena ada penyakt bawaan dan lainnya, sehingga saya datang sendiri mendaftar ikut vaskinasi Covid-19 yang dilaksanakan Lanal Maumere. Saya harus menjadi contoh bagi teman-teman difabel,” ucapnya.

Norma menegaskan, sebagai warga negara kita harus sadar mengikuti vaksin serta harus menjadi contoh untuk warga lainnya yang masih memiliki pemahaman terbatas.

Menurutnya, vaksin penting  guna melindungi dari pandemi Covid-19. Tetapi, juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Sebagai manusia pasti takut, karena melihat banyak orang meninggal dunia. Tetapi di sisi lain, kita harus membangun kesadaran dalam diri kita terkait pentingnya menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, mengatakan untuk  sementara pihaknya menutup sementara pendaftaran vaksinasi Covid-19.

Dwi Yoga menyebutkan, jumlah pendaftar untuk mengikuti vaksinasi gratis yang diadakan Lanal Maumere hingga Senin (5/7/21) berasal dari instansi maritim, instansi vertikal dan Aparatur Sipil Negara berjumlah 1.112 orang.

“Masyarakat umum sudah 3.000 orang yang mendaftar, sehingga kita menghentikan dahulu pendaftaran karena vaksin Sinovac yang kami miliki untuk 4.000 orang saja,” ucapnya.

Dwi Yoga menegaskan, akan meminta tambahan vaksin Sinovac ke Lantamal VII Kupang, sehingga permintaan vaskinasi selanjutnya bisa terlaksana.

Ia memaparkan, target vaksinasi sebanyak 500 orang per hari, dan dirinya berharap proses vaksinasi bisa tercapai dan tenaga kesehatan harus waspada serta menjaga kesehatan.

“Petugas Polisi Militer Angkatan Laut akan mengawasi langsung proses vaksinasi, agar mencegah terjadinya kerumumanan. Saya juga akan minta bantuan polisi dan Satpol PP untuk mengawasi,” ucapnya

Lihat juga...