Warga Jatimelati Minta Bangunan di Atas Saluran Air Dibongkar

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Warga di wilayah RT 02/05, Kelurahan Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, keberatan atas satu bangunan semacam rumah toko (Ruko) di Jalan Raya Hankam berada di atas saluran air milik umum wilayah itu.

Pasalnya dikhawatirkan ke depan akan ditiru oleh bangunan lainnya yang berada di sekitar lokasi tersebut jika itu dibiarkan. Selain itu warga juga khawatir terjadi banjir karena saluran tersebut merupakan saluran alam yang telah ada sejak dulu.

“Saluran tersebut aktif dan berfungsi, jika ditimpa begitu maka akan mengganggu. Hal lain dikhawatirkan akan ditiru oleh lainnya yang berada di sekitar saluran tersebut,” kata Nemin, warga yang berbatasan langsung dengan saluran air kepada Cendana News, Rabu (21/7/2021).

Dikatakan atas kondisi itu ia telah melaporkan ke RT/RW setempat. Tapi, bangunan sekarang tetap berjalan di atas saluran air bahkan sudah selesai dicor. Tidak hanya itu lanjutnya, diketahui bahwa Satpol PP Kecamatan Pondok Melati pun sudah datang ke lokasi dan memberi teguran.

Nemin, warga RT 02/06 yang rumahnya berada di belakang bangunan di Jalan Raya Hankam Ujung Aspal, Pondok Melati. Rabu (21/7/2021). -Foto M. Amin

Menurutnya, saluran tersebut merupakan saluran alam, dan masih aktif pembuangannya menuju ke Kali Sunter. Saat ini ada dua titik yang ditutup, jika hujan air akan meluber ke jalan raya.

“Kami hanya berharap jangan karena ingin bangunan lebih lebar, tapi mengambil yang bukan haknya. Itu kan saluran alam yang dimiliki oleh umum, kami ingin saluran itu diaktifkan lagi, karena bukan milik pribadi tanahnya,” tegas Nemin.

Hal lain, lanjutnya saat ini diketahui Pemerintah Kota Bekasi tengah gencar memerintahkan agar kelurahan dan kecamatan membongkar bangunan yang mengganggu saluran air ataupun di sepadan kali.

Harapannya, agar bangunan di Jalan Raya Hankam Ujung Aspal ini bisa jadi perhatian pemerintah. Karena jelas mengganggu lingkungan sekitar dan bisa memberi contoh ke lainnya. Nemin meminta agar fungsi saluran air bisa dikembalikan sesuai dengan kegunaannya.

Terpisah Satpol PP Pondok Melati, Azis dikonfirmasi mengaku sudah ke lokasi setelah mendapat laporan langsung dari RW setempat. Namun diakuinya, pemiliknya lebih galak dan meminta agar tidak diganggu.

“Saya sudah datang ke lokasi bangunan melihat langsung. Dan memang bangunan itu dibangun di atas saluran air. Tapi saya malah ditegur, dia meminta agar tidak diganggu dengan alasan sudah 20 tahunan di lokasi itu,” tegas Azis.

Ketua RW 06 Kelurahan Jatimelati, Barih Harianto, mengatakan bahwa saluran itu milik umum. Dia mengaku sudah mendapat laporan dari warga sekitar lokasi bangunan.

“Saya sudah mendapat laporan, dan memang itu memberi contoh tidak elok, karena saluran air itu milik umum. Jika itu lolos, dan dibiarkan maka bangunan lain pasti akan menyusul dan saluran akan hilang, lingkungan sekitar jadi terganggu tentunya,” tegas Barih.

Namun demikian dia mengaku belum memberi teguran apapun atau melapor langsung ke kelurahan. Hanya sudah mendapat laporan langsung dari warga dan telah melihat kondisi di lapangan.

Lihat juga...