Warung Pecel Lele di Kulon Progo Gratiskan Dagangan bagi Masyarakat Kecil

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Di tengah banyaknya pelaku usaha kuliner yang mengeluh tak mendapat pemasukan bahkan gulung tikar akibat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebuah warung pecel lele di Kulon Progo, justru menggratiskan dagangannya bagi sejumlah pengunjung selama pandemi Covid-19 ini. 

Warung pecel lele yang berlokasi di simpang tiga Dayakan, Pengasih, Kulon Progo, ini menggratiskan dagangannya bagi sejumlah warga mulai dari anak yatim-piatu usia di bawah 15 tahun, tukang becak, maupun siapa saja yang tidak mampu membayar. Bahkan sang pemilik warung juga menyediakan kompresor udara gratis bagi pengendara yang mengalami ban kempes.

Uniknya saat Cendana News menemui sang pemilik warung, yang bersangkutan enggan diambil gambar dan disebut namanya, karena ia tak ingin sosoknya diketahui masyarakat secara luas.

“Mohon maaf, saya melakukan ini murni untuk sedekah dan membantu orang yang membutuhkan. Jika dipublikasikan, saya khawatir banyak orang yang akhirnya tahu saya, dan saya pun bisa menjadi riya,” ungkap sang pemilik warung pecel lele tersebut.

Meski begitu menurut salah seorang karyawan warung pecel lele tersebut, Suyanto, sang pemilik memang telah menggratiskan dagangannya bagi sejumlah pengunjung sejak pandemi Covid-19 muncul setahun terakhir. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk membantu masyarakat kecil yang kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi.

Suyanto, salah seorang karyawan warung pecel lele di Kulon Progo yang menggratiskan makanan bagi sejumlah pengunjung selama pandemi Covid-19, Selasa (27/7/2021). -Foto Jatmika H Kusmargana

“Tidak setiap hari ada. Tapi jika ada ayak yatim-piatu, tukang becak, musafir atau pemulung gelandangan yang memang tidak mampu, ya tidak kita minta untuk bayar. Sesuai amanah pemilik warung ini,” ungkapnya Selasa (27/07/2021).

Berdasarkan penelusuran, sang pemilik warung merupakan seorang pemuda usia 35 tahunan asal Lamongan Jawa Timur. Bapak satu anak ini menggratiskan dagangannya bagi masyarakat kecil, karena ia pernah berada di posisi tersebut. Lahir sebagai anak yatim, ia pernah hidup susah sebelum akhirnya menjadi pengusaha kecil-kecil kecilan seperti sekarang.

Setelah lama bekerja sebagai karyawan warung pecel lele di berbagai daerah, lelaki satu ini kemudian memberanikan diri membuka usahanya sendiri di Kulon Progo sekitar 7 tahun silam. Saat itu ia bahkan hanya memiliki modal Rp1,5 juta. Namun berkat keyakinannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, ia mampu menjalankan usaha tersebut. Seolah bantuan yang tak diduga-duga tiba-tiba datang dengan sendirinya.

Uniknya meski menggratiskan makanan bagi sejumlah pengunjung, di tengah situasi pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat, warung pecel lele ini nampak tetap laris. Dalam sehari, warung ini bahkan mampu menghabiskan 12 kilo beras serta 17 kilo lele setiap harinya. Itu belum termasuk menu lain seperti nila, puyuh, ayam, dan lain-lain.

“Selama PPKM ini kita hanya menjual makanan untuk dibungkus saja. Jadi pengunjung membeli makanan untuk dibawa pulang. Tidak boleh dimakan disini. Untuk mencegah kerumunan. Alhamdulillah masih tetap laku. Walau memang untuk penjualan minuman menurun drastis,” kata Suyanto yang juga asal Lamongan.

Pemilik warung pecel lele ini seolah membuktikan sedekah bisa menjadi solusi bagi siapa pun yang tengah mengalami kesulitan ekonomi. Dengan membantu orang lain yang membutuhkan, maka Tuhan pun akan membukakan pintu rejeki bagi kita, agar kita senantiasa tetap bisa membantu orang lain. Karena dalam setiap rejeki kita, terdapat hak orang lain yang Tuhan titipkan.

Lihat juga...