Waspadai Gangguan Mental Pascaterkena Stroke

Editor: Makmun Hidayat

BANJARNEGARA — Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi pada tubuh akibat terganggunya sel otak. Pada beberapa kasus, stroke dapat disembuhkan, namun yang perlu diwaspadai lebih lanjut adalah munculnya gangguan mental pasca-stroke.

Mengacu pada data Word Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menunjukkan, stroke menempati peringkat kedua penyebab kematian. Mengingat semua impuls saraf dari otak sampai ke seluruh tubuh harus melalui batang otak. Karena itu, stroke yang terjadi pada area batang otak, baik itu stroke iskemik maupun hegemoralik dalam menyebabkan kecacatan berat hingga kematian.

Psikiater Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr Seno Bayu Aji SpKj mengatakan, stroke memang berbahaya, namun yang juga tidak kalah bahaya adalah munculnya gangguan mental pasca-stroke.

“Pada beberapa kasus, ada kecenderungan orang yang stroke setelah sembuh akan mengalami gangguan mental, karena tidak bisa menerima kondisi tubuh yang berbeda pasca terserang stroke,” katanya, Jumat (16/7/2021).

Lebih lanjut dr Seno mengungkapkan, gangguan mental yang disebabkan pasca-stroke cukup banyak, diantaranya depresi, gangguan cemas, apathy, reaksi katastropik, maniak, bipolar, psikotik, delirium, dan dimensia. Menurutnya, jika dilihat dari sisi kejiwaan, banyak sekali gangguan yang terjadi akibat stroke.

Dari pengalamannya selama ini, ada kesulitan tersendiri saat mendiagnosis depresi pasien stroke. Biasanya pasien stroke mengalami gangguan bicara, gangguan kognitif dan juga adanya tumpang tindih gejala depresi dan gangguan fisik.

“Sehingga perlu ada pendampingan bagi pasien stroke yang sudah sembuh, agar tidak terjadi hal yang memburuk pasca-stroke,” ungkapnya.

Meski demikian, dr Seno menyatakan penderita gangguan jiwa pasca-stroke bisa sembuh, atau bisa dikurangi resikonya dengan beberapa cara. Antara lain dengan cara melakukan terapi depresi. Misalnya dengan menggunakan metode psikoterapi, farmakoterapi, excercise dan akupuntur.

“Jadi tak perlu khawatir berlebihan, karena banyak metode penyembuhan pasca-stroke, yaitu dengan penggunaan obat-obatan, akupuntur, terapi dan lainnya,” terangnya.

Selain penanganan medis dan psikis, yang tidak kalah pentingnya adalah terkait asupan makanan yang masuk ke tubuh. Hal tersebut penting untuk menjaga stamina tubuh.

dr Nurhati Febriani SpGk FINEM menuturkan, perlu adanya terapi gizi medik pada pasien stroke.Sebab, kekurangan gizi atau malnutrisi sering terjadi pada pasien stroke dan malnutrisi sangat berpengaruh terhadap outcome pasien.

“Semakin awal kondisi malnutrisi semakin diketahui akan semakin baik dalam penatalaksanaan terapi gizi medik pada pasien stroke, karena asupan gizi juga sangat penting untuk diperhatikan,” jelasnya.

Lihat juga...