330 Sekolah di Kota Bandung Bersiap Gelar PTM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung akan mulai menggelar kembali pembelajaran tatap muka (PTM) pada pekan kedua bulan depan atau 8 September mendatang. Sebanyak 330 sekolah mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP pun telah dinyatakan lolos dan siap melaksanakan PTM mendatang.

“Kebijakan ini tentunya berpedoman pada regulasi pada SKB 4 Menteri tentang kebijakan PTM, Inmendagri No. 35 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, 3, 2 Jawa Bali dan Peraturan Wali Kota Bandung No. 83 tahun 2021. Pasalnya saat ini Kota Bandung masuk di zona dengan level 3 dan diizinkan untuk menggelar tatap muka,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).

Ema mengatakan, sebetulnya 1.662 satuan pendidikan menyatakan diri siap melaksanakan PTM . Namun Disdik dan Satgas Covid Kota Bandung akan melakukan verifikasi terlebih dahulu sesuai kentuan yang berlaku.

“Kemarin yang lolos baru 330 dan sekarang akan dilihat lagi yang jelas tidak akan semua 1.662 ini lolos, nanti kita tunggu hasil Disdik dan kewilayahan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menjelaskan pelaksanaan PTM ini dilakukan secara terbatas dan sangat memperhatikan protokol kesehatan. Ketentuan pelaksanaannya pun sudah diatur dalam buku pedoman yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan tim.

“Pelaksanaan sesuai dengan buku pedoman, di mana jadwal belajar di sekolah maksimal 2 mata pelajaran dengan waktu lama waktu dua jam (2 x 60 menit),” kata Hikmat.

Namun demikian tentu, kegiatan PTM, lanjut Hikmat, tetap disesuaikan dengan izin orangtua Peserta Didik. Bagi orang tua yang belum mengizinkan, maka pembelajaran tetap dilaksanakaan secara daring.

“Pokoknya orang tua harus terlebih dahulu mengizinkan anaknya. Tidak ada paksaan, jika tidak diizinkan, maka bisa tetap belajar melalui dari,” tutur Hikmat.

Selain itu, pengaturan jadwal masuk dan pulang sekolah akan dioptimalisasi dengan penerapan social distancing. Hal ini sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerumunan di sekolah.

“Setiap kelas akan diatur jadwal masuk dan pulangnya dengan kapasitas 50 persen setiap kelasnya. Misal kelas 7 masuk pukul 07.00 maka kelas 8 masuk pukul 7.30 begitu pun dengan pulangnya disesuaikan,” pungkasnya.

Lihat juga...