50 Persen Restoran di Bekasi Berhenti Beroperasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi, Jawa Barat, Yan Rasyad, menyebut 50 persen usaha bidang restoran di wilayahnya berhenti beroperasi alias drop karena kondisi penerapan PPKM.

Begitu pun tingkat okupansi hotel di wilayah Kota Patriot dikatakan rata-rata tingkat keterisian di bawah 30 persen. Baik restoran dan hotel saat ini hanya mampu bertahan.

“Usaha restoran, 50 persen sudah berhenti beroperasi sambil menunggu aturan berikutnya. Jika ada perubahan kebijakan dari pemerintah mungkin lambat laun pengusaha rumah makan seperti restoran kembali beroperasi,” ungkap Bang Yan, sapaannya, kepada Cendana News, Selasa (10/8/2021).

Kondisi PPKM jelasnya, membuat restoran menghentikan operasi karena minimnya pengunjung. Sehingga banyak yang memilih berhenti beroperasi sementara atau mengalihkan dengan usaha lain menggunakan areal restoran.

Menurut Bang Yan,  demi keamanan di tengah pandemi, banyak warga yang lebih memilih memasak sendiri di rumah untuk makan bersama keluarga. Kondisi tersebut jelasnya sudah terjadi sejak awal tahun dan terparah sejak tiga bulan terakhir ini.

Kan tahu sendiri aturan Prokes, apalagi sebulan terakhir ini. Tapi mau dibilang apa, kondisinya begini. Maka teman-teman pengusaha restoran mampu bertahan saja sudah syukur,” tandas Bang Yan Rasyad.

Ia mengaku terus menyemangati para pengusaha agar tetap bertahan dengan berbagai kiat terutama melakukan efisiensi supaya tetap eksis di tengah pandemi. Harus tetap bisa mengatur cash flow atau arus kas keluar dan masuk meskipun kondisi sepi.

Kondisi pandemi, Bang Yan berharap, ada keringanan dari pemerintah terutama bagi pelaku usaha agar mampu bertahan. Karena mereka tetap harus bayar cicilan, bayar listrik, dan lainnya. Menurutnya, pemerintah masih belum memahami kondisi pelaku usaha.

“Kita ingin pemerintah bisa memberi relaksasi bagi pelaku usaha seperti restoran dan hotel. Karena kondisi begini harus tetap bayar listrik dan lainnya,” tegas Bang Yan.

Disebutkan, setidaknya ada 32 hotel yang tergabung di bawah PHRI Kota Bekasi. Saat ini semua mati suri, tidak ada pemasukan bahkan banyak karyawan terutama karyawan kontrak sudah dirumahkan.

“Hotel ini usaha utamanya selain penginapan adalah MICE, seperti pertemuan atau acara pernikahan. Kondisi sekarang semua tidak memungkinkan. Bahkan tidak sedikit acara yang sudah terjadwal harus batal akibat aturan PPKM ini,”pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Kadin Kota Bekasi Bidang Koperasi dan UMKM, Ali Sabana, mengakui, saat ini banyak restoran di wilayah setempat dialihkan menjadi minimarket. Kondisi itu hanya untuk tetap bertahan meskipun sepi pengunjung dan order.

“Saat ini restoran di Kota Bekasi banyak beralih ke minimarket, separuh tetap restoran sebagian lagi minimarket konsep Circle K begitu. Itu satu upaya agar tetap mendapatkan pemasukan,” jelas Aji.

Lihat juga...