54 Sekolah di Banyumas Segera Mulai PTM

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Sebanyak 54 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banyumas akan mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dalam dua hari ke depan. Keputusan untuk mulai menggelar PTM tersebut diambil setelah Kabupaten Banyumas masuk level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati, mengatakan 54 sekolah yang akan memulai PTM tersebut sudah sangat siap. Pihak Dindik Banyumas sudah melakukan verifikasi terkait penerapan protokol kesehatan terhadap sekolah-sekolah tersebut sejak 2020 lalu.

“Untuk hari pertama PTM ada 27 sekolah, terdiri dari 15 SD dan 12 SMP, namun hari ke dua, yaitu Kamis (2/9/2021), akan langsung ditambah lagi dengan 27 sekolah, sehingga total ada 54 sekolah yang akan melaksanakan PTM,” jelas Irawati, Selasa (31/8/2021).

Lebih lanjut Irawati menjelaskan, 27 sekolah yang melaksanakan PTM pada hari pertama besok, merupakan sekolah-sekolah yang sebelumnya sudah pernah melaksanakan PTM. Sehingga tidak perlu lagi dilakukan verifikasi ulang. Dan, untuk tambahan 27 sekolah lainnya juga sudah dilakukan verifikasi dan dinyatakan lolos atau memenuhi persyaratan untuk PTM.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati di Purwokerto, Selasa (31/8/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Verifikasi sekolah-sekolah tersebut sudah dilakukan sejak Maret tahun lalu, sebelum uji coba PTM yang pertama dulu, jadi besok tinggal pelaksanaan saja,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan sesuai dengan intruksi Menteri Dalam Negeri, Kabupaten Banyumas saat ini sudah masuk level 3, sehingga untuk pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan. Hanya saja untuk pelaksanaannya masih dibatasi 50 persen.

“Untuk sekolah yang melaksanakan PTM, harus atas seizin Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan untuk jenjang sekolah dasar dibatasi maksimal kapasitas 50 persen, sehingga untuk separuh kelas bisa masuk secara bergantian,” terang Bupati.

Sedangkan untuk pembelajaran tatap muka pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), lanjut Bupati, juga sudah bisa mulai dilaksanakan dengan kapasitas 33 persen. Jarak antartempat duduk minimal 1,5 meter dan tetap harus seizin dari Dinas Pendidikan.

“Meskipun PTM sudah diperbolehkan, namun saya berharap sekolah-sekolah jangan euforia berlebihan, tetap harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan dan dengan izin dinas terkait. Nanti kita akan secara berkala melakukan pengecekan di lapangan,” katanya.

Salah satu wali murid, Hutrianto, mengatakan anaknya sudah akan mulai melaksanakan PTM pada Rabu (1/9/2021), dan pihak sekolah memberikan syarat siswa yang hendak mengikuti PTM harus membawa hasil tes antigen yang hasilnya negatif.

“Kemarin sudah mengikuti tes antigen dan negatif, sehingga besok sudah bisa ikut PTM,” tuturnya.

Lihat juga...