Aceh Jaya Mencegah Kekerdilan, Ibu hamil Dibantu Rp500.000 per-Bulan

Sekretaris Baitul Mal Aceh, Rahmat Raden, menyerahkan secara simbolis bantuan yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB, Senin(23/8/2021) - foto Ant

BANDA ACEH – Baitul Provinsi Aceh, menyerahkan bantuan 42 unit jamban dan uang tunai Rp500.000 per-bulan, untuk 20 orang ibu hamil di daerahnya.

Bantuan tersebut diberikan, untuk pencegahan terjadinya kekerdilan (stunting) di Kabupaten Aceh Jaya. “Dana dari muzaki melalui Baitul Aceh, untuk membantu masyarakat miskin yang ada di Aceh Jaya dalam rangka pencegahan stunting,” kata Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB, di Calang, Senin (23/8/2021).

Dengan bantuan tersebut, para penerima manfaat dapat menggunakan dana tersebut dengan baik, apalagi dana tersebut bersumber dari zakat. “Jangan sampai dana yang diperuntukkan untuk gizi anak dan ibu, digunakan untuk kepentingan lain,” kata T.Irfan TB, di sela-sela penyerahan bantuan secara simbolis.

Irfan menyebut, bantuan jamban, yang diberikan kepada 42 mustahik di Aceh Jaya, menjadi upaya membangun budaya hidup sehat, yang harus di jalankan oleh setiap masyarakat. “Jamban ini sangat penting, jangan sampai ada WC terbang di Aceh Jaya. Dengan adanya jamban ini, terlihat budaya hidup sehat telah tertanam dalam kehidupan masyarakat dan dengan hidup sehat keturunan juga akan tumbuh sehat juga,” kata Irfan TB.

Sekretaris Baitul Mal Aceh, Rahmat Raden mengatakan, tahun ini ada dua program yang di bantu di Aceh Jaya dari dana zakat Baitul mal Aceh. Yaitu bantuan sanitasi sebanyak 42 mustahik dan per mustahik tersebut mendapatkan dana sebesar Rp7,5 juta untuk membangun jamban. “Sistem pembangunan jamban tersebut juga langsung dibangun sendiri oleh penerima dan itu juga di awasi langsung oleh para pemangku kepentingan yang ada di Aceh Jaya. Alhamdulillah semua terbangun dengan baik,” kata Rahmat Raden.

Untuk pencegahan stunting, diberikan bantuan kepada 20 orang ibu hamil di Aceh Jaya, dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp500 ribu per-bulan, sampai anaknya berusia 2 tahun. “Kita tidak memberikan produk untuk pencegahan stunting, namun kita bantu langsung dengan mengirimkan uang langsung ke rekening mustahik tersebut, guna mendukung langsung agar anaknya terbebas dari stunting, dan ini perlu pengawasan dari pemangku kepentingan baik itu dinas Kesehatan dan pihak Desa agar dana tersebut tepat sasaran,” jelas Rahmat. (Ant)

 

Lihat juga...