Alokasi Anggaran Pendidikan di APBN 2022 Capai Rp541,7 T

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengumumkan rencana alokasi anggaran pendidikan pada APBN 2022, sebesar Rp541,7 triliun. Angka tersebut naik sedikit dari alokasi di tahun sebelumnya, yakni 540,3 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengungkapkan, dari total anggaran pendidikan tersebut, sebesar Rp181,7 triliun akan disalurkan melalui belanja pemerintah pusat, kemudian Rp297,7 disalurkan melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), dan Rp69,5 triliun disalurkan melalui pembiayaan.

“Jadi porsi terbesar anggaran pendidikan ini ada di daerah (TKDD). Kita betul-betul berharap daerah bisa memaksimalkan anggaran tersebut untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita,” kata Menkeu dalam buku RAPBN 2022, yang dikutip Cendana News, Kamis (26/8/2021).

Selanjutnya, Menkeu mengatakan, bahwa pemanfaatan anggaran pendidikan akan disalurkan ke dalam empat program, pertama program Bidikmisi atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 650,6 ribu mahasiswa, yang terbagi pada Kemendikbudristek sebanyak 594,5 ribu mahasiswa, dan Kemenag 56,1 ribu mahasiswa.

“Yang kedua akan dimanfaatkan pada program Indonesia Pintar untuk 20,2 juta siswa, di Kemendikbudristek itu sebanyak 17,93 juta siswa, dan Kemenag 2,3 juta siswa,” ungkap Menkeu.

Kemudian yang ketiga akan dimanfaatkan pada program Bantuan Operasional Sekolah untuk 53,99 juta siswa, yang terbagi pada Kemenag sebanyak 8,8 juta siswa dan TKDD sebanyak 45,1 juta.

“Terakhir akan dimanfaatkan pada program Beasiswa LPDP, yakni mahasiswa baru sebanyak 8.600 mahasiswa, dan yang sudah berjalan sebanyak 20.090 mahasiswa,” tukas Menkeu.

Pada keterangan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu menyampaikan, bahwa pemerintah akan melanjutkan reformasi pendidikan, dengan penekanan peningkatan kualitas SDM melalui penguatan PAUD dan sekolah penggerak.

“Anggaran pendidikan juga akan fokus pada pemerataan sarana prasarana pendidikan; serta menyelesaikan mismatch pendidikan dengan penguatan pendidikan vokasi, pengembangan riset terapan dan inovasi yang tersambung dengan industri dan masyarakat, program magang dan teaching industry, serta pelaksanaan program merdeka belajar,” papar Febrio.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain dengan mendukung perluasan program beasiswa, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi.

“Kita tentu sangat berharap dengan anggaran besar, serta reformasi pendidikan yang akan kita jalankan dapat membuahkan hasil maksimal, dalam wujud perbaikan kualitas pendidikan kita secara nasional, merata di seluruh pelosok negeri,” pungkas Febrio.

Lihat juga...