Alun-Alun Majalaya di Kabupaten Bandung, Alternatif Rekreasi Keluarga

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Bagi sebagian masyarakat Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berlibur tidak harus selalu mahal dan jauh. Pasalnya, saat ini, Alun-alun Majalaya sendiri sudah cukup memadai untuk dijadikan destinasi wisata alternatif yang menyenangkan untuk keluarga.

Triani Ningsih (41), seorang Ibu asal Desa Majalaya, mengatakan yang terpenting dalam liburan adalah membahagiakan anak. Menurutnya, apabila di satu tempat terdapat wahana bermain anak, maka itu sudah cukup.

“Sebetulnya kalau orangtua seperti kita ini kan yang penting buat anak, asal anak-anak bisa main, bisa liburan, ya kita senang. Alhamdulillah di Majalaya ini wahana bermain anaknya banyak, jadi seru bawa anak liburan ke sini,” ujar Triani, Sabtu (28/8/2021) malam.

Triani Ningsih, seorang ibu asal Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mengajak anaknya berlibur di Alun-alun Majalaya, Sabtu (28/8/2021). -Foto Amar Faizal Haidar

Di samping terdapat banyak wahana bermain anak, menurut Triani, berlibur di Alun-alun juga termasuk murah meriah. Bahkan, biaya Rp50 ribu saja sudah lebih dari cukup untuk menyenangkan buah hati.

“Kalau ke tempat wisata itu kan ya minimal sudah harus bayar karcis, belum bensin, belum juga sekarang macam-macam syaratnya, katanya harus vaksin dulu. Mahal dan ribet. Tapi kalau di sini, murah, paling bayar parkir motor dan sewa wahana bermain,” tukasnya.

Triani berharap, ruang publik seperti alun-alun tidak lagi ditutup, seperti saat awal pemberlakuan PPKM Darurat beberapa waktu lalu. Pasalnya, itu sangat merugikan masyarakat yang ingin berlibur di Alun-alun.

“Yang penting orang itu wajib pakai masker aja. Jangan ditutup, lagi pula menurut saya menutup alun-alun itu ga efektif sama sekali, malah yang ada bikin orang susah,” tandas Triani.

Hal senada juga diutarakan Nandang (43), pemilik usaha wahana bermain anak di Alun-alun Majalaya. Ia berharap pemerintah bisa mengerti kondisi para pelaku usaha seperti dirinya, yang akan sangat kesulitan bila Alun-alun ditutup.

“Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mulai banyak ke Alun-alun. Usaha kita juga jadi laku. Tentu kita tidak ingin suasana yang sudah baik ini dirusak lagi dengan ditutupnya Alun-alun. Semoga itu tidak terjadi lagi,” papar Nandang.

Ia pun menyatakan, selalu meminta para pengunjung di Alun-alun Majalaya untuk disiplin protokol kesehatan, terutama untuk selalu mengenakan masker.

“Tapi kita paling meminta saja, tidak sampai mewajibkan, takut malah orang jadi tersinggung dan marah. Intinya saling mengingatkan untuk kebaikan bersama,” pungkas Nandang.

Lihat juga...