Bantul Targetkan Vaksinasi 100 Persen hingga Desember

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih -Ant

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan vaksinasi Covid-19 di daerahnya mencapai 100 persen dari jumlah warga yang memenuhi kriteria mendapat vaksin hingga akhir Desember 2021.

“Kalau pemerintah menargetkan pokoknya tahun ini sampai Desember, vaksinasi sudah harus 100 persen. Makanya kami kebut, dan sasaran vaksinasi di Bantul sekitar 836.000 orang,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, usai meninjau vaksinasi Covid-19 di SMA Jetis, Bantul, Senin (30/8/2021).

Menurut dia, dari total warga Bantul yang memenuhi syarat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, per Senin (30/8) ini program vaksinasi sudah mencapai 45 persen, sehingga sisanya akan digencarkan bersinergi dengan TNI dan Polri.

“Berarti vaksinasi masih sekitar 55 persen yang akan kami kebut sampai Desember nanti. Maka kehadiran TNI dan Polri seperti dalam vaksinasi pelajar ini sangat-sangat penting untuk percepatan vaksinasi,” katanya.

Bupati mengatakan, pemerintah daerah saat ini memiliki kendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM) maupun stok vaksin. “Sehingga mudah-mudahan akhir Desember kita sudah selesai 100 persen untuk memvaksin penduduk Bantul,” katanya.

Ketika ditanya target kapan sekolah di Bantul dibuka kembali untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka atau luring, bupati mengatakan jika seluruh siswa usia 12 tahun ke atas, baik SMP dan SMA se-Bantul sudah divaksin.

“Utamanya itu semua siswa sudah vaksin. Yang ke dua jika level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turun, kita di Bantul masih Level 4, karena pandemi ini merupakan urusan pemerintah pusat, maka pemda tidak berwenang menurunkan level itu,” katanya.

Bupati mengatakan, syarat untuk dapat menurunkan level PPKM itu, pertama, berdasarkan hasil kajian epidemiologis seberapa besar pandemi Covid-19 ini akan terus berjalan dan faktor kekuatan apa saja yang bisa menangkal pandemi.

“Itu semua dihitung, termasuk capaian vaksinasi Covid-19. Jika seluruh siswa sudah divaksin dan levelnya sudah turun, kami akan membuka sekolah. Kapan itu? Kita tunggu arahan presiden,” katanya. (Ant)

Lihat juga...