Banyak Daerah di NTT Gunakan Sistem Pertanian Irigasi Tetes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sistem pertanian menggunakan teknologi irigasi tetes mendapat apresiasi dari beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah dikembangkan secara baik. Penggunaan teknologi tersebut juga memudahkan petani.

“Sudah banyak daerah di NTT yang pemerintah dan petaninya mau menggunakan sistem irigasi tetes,” sebut Yance Maring, petani milenial Kabupaten Sikka, NTT pengembang sistem irigasi tetes dengan teknologi smart farming  saat dihubungi, Senin (2/8/2021).

Petani milenial pengembang sistem irigasi tetes teknologi smart farming di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Yance Maring saat ditemui di kebunnya, Sabtu (17/7/2021). Foto: Ebed de Rosary

Yance mengakui, selain di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka yang telah memintanya memasang sistem irigasi tetes smart farming, pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pun telah bersedia menganggarkan dana untuk menerapkan sistem ini.

Dia sebutkan, pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Perkebunan juga tertarik mengembangkan di kebun contoh milik dinas untuk tanaman perkebunan, seperti tanaman vanili dan lainnya.

“Petani di Kota Kupang dan Kabupaten Lembata juga telah meminta agar dipasang peralatannya dan sudah dilakukan. Beberapa petani di kabupaten lainnya tertarik, namun masih untuk lahan dengan luas terbatas,” ucapnya.

Yance mengaku, permintaan untuk lahan luas justru datang dari para petani di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Sebutnya, saat ini dirinya juga sedang melakukan pemasangan instalasi irigasi tetes untuk lahan tanaman porang di Manado, provinsi Sulawesi Utara dengan luas 50 hektare.

Dia katakan, lahan tersebut milik seorang dokter yang juga petani porang di mana sistem irigasi tetes smart farming yang dipergunakan sudah terkoneksi dengan aplikasi di telepon genggam Android.

“Rata-rata petani di NTT tidak berani berinvestasi dengan modal besar di lahan yang luas. Padahal semakin luas lahan biaya investasi sistemnya pun semakin murah,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengakui, sistem irigasi tetes dengan teknologi smart farming  cocok dikembangkan di wilayah NTT yang minim sumber daya air.

Thomas mengaku tertarik menerapkan sistem ini untuk dipergunakan petani di Kabupaten Lembata setelah melihat penggunaan teknologi pertanian ini di lahan yang baru mempergunakan di Kota Lewoleba.

“Pemerintah bisa menganggarkan dana untuk membantu petani dalam mengembangkan pertanian di lahan kering yang sulit air. Apalagi di Kabupaten Lembata rata-rata lahan pertaniannya merupakan lahan kering tadah hujan,” ucapnya.

Lihat juga...