Bersihkan Sampah Rawa Bambon, Jaga Ekosistem Habitat Ikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Permasalahan sampah dapat mencemari lingkungan hidup dan habitat ikan. Seperti yang terlihat di Rawa Bambon yang berada di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur.

Sampah berserakan di pinggiran rawa itu, hingga pembersihan pun dilakukan petugas Unit Pelaksana Teknik (UPT) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Pembersihan sampah dilakukan agar air Rawa Bambon tidak tercemar dan menjadi kotor hingga berdampak pada kehidupan ekosistem ikan.

“Kami bersihkan rawa ini rutin setiap hari tiga kali yakni pagi, siang dan sore. Tujuannya agar rawa ini bersih tidak tercemari sampah yang berdampak pada air rawa jadi kotor dan habitat ikan terganggu hidupnya,” ujar Komeli, petugas PJPL UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Ciracas, kepada Cendana News ditemui di area rawa itu, Rabu (25/8/2021).

Komeli (topi orange hijau), petugas PJPL UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Ciracas, Jakarta Timur, bersama petugas lainnya sedang membersihkan sampah yang berserakan di Rawa Bambon di Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021). Foto: Sri Sugiarti.

Sampah yang terhampar di rawa seluas 10 hektare tersebut didominasi sampah rumah tangga seperti botol plastik bekas dan lainnya. Jika musim hujan menurutnya, jumlah sampah yang ada di rawa ini sangat banyak.

Sampah-sampah tersebut berasal dari saluran air warga yang tidak terdapat saringannya. Ketika deras hujan, sampah-sampah itu terdorong mengalir ke Rawa Bambon.

“Kalau musim hujan, sampah berserakan lebih banyak di rawa ini, berasal dari saluran air warga yang langsung masuk ke rawa,” ujarnya.

Yang dikhawatirkan adalah kata dia, jika tidak rutin dibersihkan, sampah akan berserakan lebih banyak lagi. Hingga berdampak pada air mengalir tidak lancar, dan pencemaran lingkungan air rawa menjadi kotor serta berbau akan mengganggu kehidupan ragam ikan di rawa ini.

“Kalau sampahnya ini tidak dibersihkan, berdampak air mengalir tidak lancar ditakutkan meluap banjir. Makanya, kita rutin bersihkan sampah, terangkat 4 kubik setiap harinya,” ujar Komeli.

Pembersihan sampah dilakukan secara manual dengan menggunakan pelampung dan serokan. Kemudian, sampah-sampah yang terserok dikumpulkan di atas pelampung.

Setelah diangkut dari rawa, sampah itu dipilah terlebih dahulu. Sampah anorganik seperti botol plastik bekas dipisah dari sampah organik.

“Sampah botol plastik dikumpulin, kalau sudah banyak dijual lumayan ada nilai ekonominya untuk kesejahteraan petugas,” imbuh pria kelahiran 62 tahun ini.

Sedangkan untuk sampah organik, seperti dedaunan, ranting pohon, kayu, kain bekas, dan lainnya dimasukkan ke dalam karung. Kemudian diangkut ke truk dikumpulkan di Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur.

Selanjutnya diangkut dengan armada truk lain ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Dedi, petugas lainnya berharap ada kesadaran masyarakat yang berkunjung ke rawa ini agar tidak membuang sampah sembarangan dengan melempar ke dalam rawa.

Mengingat kata dia, setiap hari banyak warga Jakarta yang memancing di rawa ini. Terkadang berperilaku tidak baik yang berdampak pada pencemaran kebersihan rawa, banyak sampah.

“Ya memang banyak sampah mengalir dari saluran air warga di sekitar rawa ini. Tapi diharapkan yang mancing juga sadar kebersihan tidak buang sampah sembarangan,” ujar Dedi.

Menurutnya, sampah merupakan musuh bagi lingkungan karena mampu mencemari kehidupan masyarakat dan juga habitat lainnya.

Lingkungan yang tercemar oleh pembuangan sampah akhirnya akan kotor, kumuh, dan bau kemudian akan menimbulkan penyakit.

Apalagi sampah plastik itu sulit terurai oleh mikroorganisme. Materi yang tidak terurai ini kemudian menjadi racun bagi makhluk hidup di sekitarnya, termasuk manusia dan hewan. Selain sampah plastik, polutan juga menjadi salah satu penyebab pencemaran.

“Seperti ikan di rawa ini banyak jenisnya, ada nila,cmujair, gabus dan lele. Kalau rawa ini tercemar sampah, ekosistemnya akan terganggu,” tukasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yusmada Faizal Samad mengatakan, Rawa Bambon ini merupakan rawa yang berfungsi sebagai peresapan air dan menampung air kala hujan terjadi agar tidak meluap.

Maka dari itu, dia berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke dalam rawa.

“Ini rawa tempat resapan dan penampung air, agar kalau hujan tidak meluap, banjir ke jalanan dan pemukiman warga. Sampah dipastikan berdampak pada lingkungan dan habitat ikan di rawa ini,” ujar Yusmada.

Lihat juga...