BMKG : Segmen Toru Punya Tingkat Seismisitas Aktif

JAKARTA — Segmen Toru yang merupakan penyebab gempa magnitudo 5,3 Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara pada Rabu pukul 12.19.06 WIB memiliki tingkat seismisitas yang aktif dengan laju geser sesar mencapai sembilan milimeter per tahun.

“Wilayah yang dilanda gempa ini dikenal sebagai kawasan rawan gempa. Hal ini karena wilayahnya yang berada pada jalur Segmen Toru yang memiliki tingkat seismisitas yang aktif,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Rabu.

Daryono mengatakan, beberapa kali di wilayah tersebut pernah terjadi gempa kuat dan merusak. Berdasarkan catatan sejarah gempa pernah terjadi gempa kuat dan merusak pada masa lalu yaitu pada tahun 1916 dengan magnitudo 6,8,pada 1921 magnitudo 7,0, kemudian pada 1984 bermagnitudo 6,4 dan pada 1987 dengan magnitudo 6,6.

Lebih lanjut Daryono menjelaskan, gempa pada Rabu siang merupakan jenis gempa kerak dangkal dikenal sebagai “shallow crustal earthquake” akibat dipicu aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Besar Sumatera (The Great Sumatra Fault Zone) tepatnya pada Segmen Toru.

Pusat gempa berada di darat dengan episenter terletak pada koordinat 1,41 derajat Lintang Utara dan 99,41 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 16 km arah timur Padang Sidempuan dengan kedalaman 15 km.

Gempa tersebut dipicu sesar geser. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar/geser menganan (dextral strike slip fault). Hasil analisis ini sesuai dengan karaktersistik mekanisme sumber gempa Sesar Besar Sumatra, katanya.

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Aek Godang, Batang Toru dan Padang Sidempuan mencapai skala intensitas IV-V MMI yang dirasakan oleh semua penduduk, bahkan banyak warga yang berlari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Gempa juga dirasakan di Padang Lawas dan Tapanuli Tengah dalam skala intensitas II-III MMI.

Berdasarkan laporan sementara, gempa tersebut menimbulkan kerusakan ringan berupa retak-retak pada dinding, seperti yang terjadi di Komplek Perumahan Bandara Aek Godang dan bangunan Pondok Pesantren Nurul Falah, Panompuan. [Ant]

Lihat juga...