Buah Pelestarian Kaliandra dan Akasia, Panen Madu Melimpah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pelestarian lingkungan selalu berbuah manis. Demikian diungkapkan Mulyono, pelestari lingkungan berkonsep budidaya lebah di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Memiliki kelompok binaan petani hutan dikolaborasikan dengan budidaya lebah, petani mendapat hasil madu dan produk lain. 

Jenis tanaman yang sangat tepat ditanam untuk budidaya lebah madu apis cerana cukup beragam, di antaranya kaliandra atau calliandra dan akasia atau acacia mangium. Kaliandra memiliki bunga dominan merah, akasia dominan berbunga kuning. Kedua tanaman sebutnya berbentuk perdu, berakar kuat sehingga cocok sebagai tanaman penahan longsor. Saat musim berbunga pada akhir Juli hingga Agustus, bunga kedua tanaman jadi pakan lebah.

“Kesadaran masyarakat berbasis kehutanan tanpa memanfaatkan kayu bisa melakukan penanaman kaliandra, akasia yang bermanfaat untuk menghasilkan bunga bagi pasokan untuk pakan lebah, sementara dalam jangka panjang memiliki manfaat ekologis untuk pelestarian lingkungan,” terang Mulyono saat ditemui Cendana News, Rabu (4/8/2021).

Memasuki Agustus, bunga kaliandra mekar berwarna merah jadi peluang menggembalakan lebah. Secara tradisional penggembalaan lebah bisa dilakukan dengan menggantung stove di dekat pohon. Bunga yang mekar pada pagi hari menghasilkan nektar untuk produksi madu lebah.

Selain kaliandra dan akasia, sumber pakan alami lebah cukup beragam. Jenis tanaman alpukat, mangga, kelengkeng, jengkol, dan berbagai jenis bunga.

“Pada tanaman buah, penyerbukan akan terbantu oleh keberadaan lebah sehingga ada simbiosis mutualisme,”ulasnya.

Lihat juga...