Cakupan Kekebalan Kelompok Warga Mataram Sudah 52,75 Persen

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram. I Nyoman Swandiasa - Foto Ant
MATARAM – Pemerintah Kota Mataram menyebut, cakupan kekebalan kelompok atau herd immunity warga Kota Mataram, saat ini menjadi yang tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Capaiannya sudah sebesar  52,75 persen dari target 70 persen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa mengatakan, cakupan kekebalan kelompok ini merupakan cakupan vaksinasi COVID-19 untuk Kota Mataram. Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi NTB, per-3 Agustus 2021, tercatat sudah 166.459 jiwa dari target sasaran 300.000 jiwa, penduduk Kota Mataram disuntik vaksinasi.

“Sementara untuk kabupaten dan kota lainnya, masih berada pada di bawah 40 persen. Harapan kita, cakupan herd immunity di Mataram bisa terus ditingkatkan dan semoga target 70 persen bisa tercapai pada akhir Agustus 2021,” katanya, Rabu (4/8/2021).

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, saat ini sedang melakukan percepatan vaksinasi COVID-19. Dengan sasaran warga usia 12 tahun ke atas, dan memprioritaskan layanan dosis vaksin kedua.

Percepatan vaksinasi itu didukung dengan telah diterimanya 500 vial atau 50.000 dosis vaksin COVID-19 jenis Sinovac dan Moderna oleh Dinkes Kota Mataram. Vaksin tersebut telah disebar pada 11 puskesmas dan rumah sakit yang melayani vaksinasi COVID-19. “Karena itu, kita harapkan masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, agar segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat,” katanya.

Sebanyak 50.000 dosis vaksin COVID-19 yang diterima saat ini diprioritaskan untuk pemberian dosis kedua, agar pemberian vaksin bisa sesuai jadwal. “Jangan sampai yang sudah divaksin dosis pertama, melewati batas waktu sehingga bisa berdampak pada penurunan imun tubuh,” katanya.

Sementara, untuk pelayanan vaksin tahap pertama, saat ini masih dibatasi baik itu di puskesmas maupun di rumah sakit. Pertimbangannya, untuk menghindari kerumunan. Selain itu, keterbatasan antrean vaksin di puskesmas, maksimal 60 orang per-hari. Keterbatasan fasilitas ruang tunggu, serta dilakukan penyesuaian dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada. “Untuk itulah, bagi yang ingin vaksin dosis pertama kita harapkan lebih bersabar dan menunggu jadwal,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...