Covid-19 di Bekasi Melandai, Angka Kesembuhan 94 Persen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengklaim kasus aktif Covid-19 di wilayahnya melandai seiring menurunnya Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit Pemerintah maupun rumah sakit swasta yang menjadi perawatan isolasi pasien.

Dikatakan, jika dilihat dari data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, ruang isolasi di Kota Bekasi itu semua 53,57 persen. Artinya angka penurunan keterisian ruang isolasi sudah jauh dari standar WHO.

“Dari 122 tempat tidur yang disediakan di ruang isolasi di RSD Stadion Patriot Candrabhaga, kini hanya terisi sebanyak 13 orang saja, atau setara dengan 10,66 persen,” jelas Bang Pepen sapaan akrab Rahmat Effendi, Selasa (3/8/2021).

Selanjutnya dari 715 tempat tidur yang disediakan di RSUD Bekasi dan 4 RS tipe D, hanya terisi sebanyak 328 pasien, atau setara dengan 45,87 persen

“Angka BOR yang ada di RSD GOR sudah berada di 10,66 persen. Data isolasi di rumah sakit milik pemerintah, yang terisi berada di angka 45,87 persen BOR-nya,” ucapnya.

Sementara itu, tempat tidur isolasi di 42 RS swasta sebanyak 1.646 dan hanya terisi sebanyak 996 pasien saja, atau setara dengan 60,51 persen.

Dengan kondisi yang ada ia berharap pada status PPKM level 4 di Kota Bekasi bisa berubah menjadi PPKM level 2. Alasannya karena angka kesembuhan sudah mencapai di angka 94 persen.

“Saya sudah laporkan kondisi ini, kepada Gubernur Jawa Barat. Menurut Gubernur jika memang sudah melandai buat laporan surat dan diarahkan untuk diajukan ke ketua tim Jawa dan Bali, yakni Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan agar menjadi solusi untuk PPKM level 2 di Kota Bekasi,” tegasnya.

Vaksinasi Pelajar Dimulai

Kesempatan itu Rahmat Effendi juga menyampaikan terkait persiapan vaksinasi massal untuk para anak usia pelajar 12-17 tahun direncanakan diselenggarakan mulai besok 4 Agustus tersebar di sekolah menengah pertama negeri terlebih dahulu.

Ia mengimbau kepada orang tua murid agar mendukung kepada siswa siswi di SMP untuk melakukan vaksinasi tersebut karena untuk meningkatkan herd immunity pada anak usia 12 sampai 17 tahun.

Orang tua murid yang telah merasakan program serbuan vaksinasi di Kota Bekasi baik di dalam Stadion Patriot Candrabhaga ataupun di masing masing kelurahan, harus bisa meyakinkan anaknya dalam hal pembentukan imun tubuh dalam masa pandemi ini, agar bisa kuat.

Sementara untuk vaksinasi usia SMA negeri maupun swasta di wilayah Kota Bekasi, Rahmat Effendi menegaskan bahwa kebijakan masih ada pada Gubernur Jawa Barat karena menjadi kewenangan provinsi.

“Tidak ingin melangkahi kebijakan Gubernur, karena SMA tanggung jawab di Gubernur, jika ada vaksinasi saya prioritaskan kepada siswa siswi SMP terlebih dahulu, karena masuk pada batas umur yang telah ditentukan,” tandasnya.

Lihat juga...