Daop 5 Purwokerto Kembali Operasikan Kereta Api Jarak Jauh

Editor: Koko Triarko

Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Ayep Hanapi di Stasiun Purwokerto, Rabu (25/8/2021). –Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Setelah beberapa daerah statusnya menurun dalam kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari empat menjadi level 3, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto kembali mengoperasikan kereta api (KA) jarak jauh.

Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Ayep Hanapi, mengatakan KA jarak jauh tersebut sempat berhenti beroperasi sejak pemberlakuan PPKM darurat awal bulan Juli lalu, tepatnya tanggal 3 Juli. Dan, saat ini, ada empat KA jarak jauh pemberangkatan Daop 5 serta 17 KA jarak jauh pemberangkatan dari Daop lain yang mulai dioperasikan kembali.

“Setelah beberapa daerah turun level 4 menjadi level 3, maka PT KAI kembali mengoperasikan KA jarak jauh, namun masih dengan periode tertentu, sambil menunggu dan menyesuaikan dengan peraturan pemerintah terkait penerapan PPKM,” jelasnya, Rabu (25/8/2021).

Lebih lanjut Ayep menjelaskan, KA jarak jauh pemberangkatan Daop 5 yang kembali dioperasikan, yaitu KA Wijayakusuma relasi Cilacap – Ketapang PP yang dioperasikan pada 27 dan 29 Agustus 2021, kemudian KA Serayu Pagi relasi Purwokerto – Pasarsenen pp dioperasikan setiap hari sampai dengan tanggal 31 Agustus 2021.

Selain itu juga KA Serayu Malam relasi Purwokerto – Pasarsenen pp serta KA Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo – Kiaracondong pp yang dijalankan setiap hari sampai 31 Agustus 2021.

Sedangkan KA jarak jauh pemberangkatan dari Daop lain yang dijalankan dan  melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto, lanjut Ayep, jumlahnya cukup banyak, yaitu ada 17 KA. Antara lain, KA Singasari relasi  Blitar – Pasarsenen pp, KA Bangunkarta relasi Jombang – Pasarsenen pp, KA Malabar relasi Malang – Bandung pp, KA Mataram relasi Pasarsenen-Solobalapan pp, KA Senja Utama relasi Solo Solobalapan-Pasarsenen pp dan lain-lain.

“Kita meminta agar para calon penumpang kereta agar mengecek kembali syarat naik kereta jarak jauh. Sebab, selama penerapan PPKM, kita  masih mengacu pada persyaratan yang yang tertuang dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 17 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19,” katanya.

Salah satu ketentuan yang diminta untuk diperhatikan adalah larangan anak usia di bawah 12 tahun untuk naik kereta jarak jauh sejak 29 Juli 2021. Sedangkan untuk penumpang usia di atas 12 tahun masih berlaku seperti persyaratan sebelumnya, yaitu wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan  surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Pengecualian berlaku bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Namun, mereka tetap wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket dan tidak dapat berangkat karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan, maka tiketnya akan kami kembalikan 100 persen, tanpa ada potongan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan KA, Mardiyanto, menyatakan menyambut baik pengoperasian kembali Ka jarak jauh. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, KA merupakan moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan dengan tegas dan ketat, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang.

“Saya biasa mudik ke Jawa Timur, selama ini selalu menggunakan KA, sejak PPKM ini terpaksa tidak bisa mudik dan KA juga banyak yang berhenti beroperasi,” katanya.

Lihat juga...