Di Gorontalo Utara, Calon Pengantin dan Keluarga Wajib Divaksin COVID-19

Kegiatan vaksinasi COVID-19 di Gerai Pasar Moluo Kwandang Gorontalo Utara dilaksanakan tim Satgas COVID-19 dan Puskesmas Kwandang - Foto Ant
GORONTALO – Seluruh calon pengantin di Gorontalo Utara, Gorontalo, wajib divaksin COVID-19. Kewajiban tersebut juga diberlakukan untuk keluarga yang akan menggelar hajatan pernikahan.
“Tidak hanya itu, seluruh keluarga calon pengantin selaku penyelenggara kegiatan pernikahan-pun, wajib divaksin COVID-19. Jika tidak, pemerintah daerah belum akan menerbitkan izin penyelenggaraan kegiatan pernikahan. Ini penegasan dalam upaya menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19,” kata Bupati Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Indra Yasin, Senin (30/8/2021).
Pemerintah daerah. berupaya meningkatkan capaian warga penerima vaksinasi COVID-19 di Gorontalo Utara, itu yang disebut-sebut masih tergolong rendah. Calon pengantin, peserta didik usia 12 tahun hingga 17 tahun dan orang tua, karyawan toko, pemilik ataupun pengendara kendaraan roda dua, roda tiga (becak motor) hingga roda empat, disebutnya, semua wajib divaksin COVID-19.

Pemberlakuan tersebut mempertimbangkan, 99 ribu sasaran vaksin COVID-19 di daerah tersebut, baru 35 ribu orang yang divaksin. “Kita masih ada PR, sekitar 64 ribu sasaran lagi yang belum divaksin,” tambahnya.

Ia berharap, seluruh masyarakat mendukung  vaksinasi COVID-19, untuk kepentingan kesehatan bersama. “Saya bersikap tegas sebab tidak ingin ketika terjadi lonjakan kasus positif COVID-19, masyarakat akan menyalahkan pemerintah daerah. Padahal kegiatan sosialisasi, edukasi dari hoaks dan penyiapan fasilitas telah optimal dilakukan,” tandasnya.

Selain gerai vaksinasi di pusat pemerintahan baik di halaman kantor bupati, kantor desa dan lokasi strategis lainnya, kegiatan vaksinasi tetap berlangsung setiap hari di 15 puskesmas tersebar di 11 kecamatan. Pemerintah daerah menargetkan setiap hari ada 20 orang yang divaksin COVID-19. Sehingga dari total 123 desa, akan ada 2.460 orang setiap hari yang mendapatkan vaksinasi tersebut.

Dengan begitu, target tuntas vaksinasi dapat tercapai dalam kurun waktu dua bulan. “Kita optimistis, pada November 2021 seluruh sasaran vaksinasi di daerah ini telah tuntas divaksin,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat tidak menolak divaksin. Sebab vaksin halal, aman dan menyehatkan. Jika ada yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan yang dialami,  tidak ada pemaksaan. Sebab sebelum divaksin, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining oleh tim dokter. (Ant)
Lihat juga...