Empat Hari, Polres Tanjungpinang  Menangkap Tujuh Pengedar Narkoba

Sebagaian dari tujuh pelaku penyalahgunaan narkoba yang berhasil diamankan jajaran Polres Tanjungpinang, saat ditunjukan kepada media, Rabu (4/8/2021) - foto Ant 
TANJUNGPINANG – Kepolisian Resor Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menangkap tujuh terduga pelaku penyalahgunaan narkoba berikut barang bukti puluhan gram sabu. Penangkapan tersebut dilakukan selama empat hari, mulai 29 Juli hingga 1 Agustus 2021.

Kapolres Tanjungpinangm AKBP Fernando mengatakan, berbekal dari informasi masyarakat, para tersangka berhasil ditangkap di lokasi yang berbeda. Penangkapan berawal dari pelaku berinisial DJ, pada Kamis (29/7/2021). DJ diduga menjadi pengedar sabu di Jalan Matador, Kelurahan Bukit Cermin. Barang bukti yang diamankan dalam perkara tersebut satu paket sabu seberat 0,63 gram. “Setelah dites urine, DJ negatif narkoba. Namun dia seorang pengedar sabu,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando dalam siaran pers di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (4/8/2021).

Pada hari berikutnya, Jumat (30/7/2021), polisi menangkap MS, yang diduga sebagai pengedar sabu di Jalan Nila, Kelurahan Tanjungpinang Barat, dengan barang bukti satu paket sabu seberat 57,29 gram. Selanjutnya Sabtu (31/7/2021), kembali diamankan tersangka PS dan F, dengan barang bukti 0,43 gram sabu. “Keduanya diduga pengedar sabu,” ujar Fernando.

Selanjutnya Minggu (1/8/2021), polisi menangkap R, di Jalan Kijang Lama, berikut satu paket sabu seberat 0,32 gram. Dari hasil pengakuan R, ternyata sabu tersebut didapat dari seorang perempuan berinisial LA, yang ikut diamankan di sebuah rumah kos di Jalan Sakera, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti . Penangkapan pelaku R dan LA, menggiring aparat kepolisian menangkap BA, yang diduga menjadi kurir dan pengguna narkoba di Jalan Sakera Tanjung Ayun Sakti dengan barang bukti 0,09 gram. “R diduga sebagai pengedar, sedangkan LA dan BA merupakan kurir narkoba,” ungkap Fernando.

Kapolres mengatakan, ketujuh pelaku sudah ditahan di Mapolres Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut. Akibat perbuatannya, semua pelaku terancam melanggar Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (Ant)

 

Lihat juga...