Empat Peserta CdM Meeting PON XX Positif COVID-19

KM Tidar menjadi tempat isolasi terpusat COVID-19 di Jayapura - Foto Ant

JAYAPURA – Empat orang peserta Chef de Mission (CdM) Meeting III, PON XX Papua diketahui terpapar COVID-19. Mereka berasal dari Provinsi Lampung dan Sulawesi Tenggara. 

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kota Jayapura, dr. Nyoman Antari, membenarkan informasi adanya peserta CdM Meeting III yang positif COVID-19, pada Minggu (29/8/2021) petang.

Dari temuan tersebut, dua orang dari Lampung dan dua orang berasal dari Sulteng, tidak diizinkan kembali ke daerahnya. Mereka diharuskan menjalani isolasi, hingga hasil pemeriksaaan PCR negatif. “Kami sudah menawarkan tempat isolasi terpadu di KM. Tidar, namun keempat orang tersebut menyatakan enggan dan meminta untuk tetap isolasi ditempat mereka menginap. Sehingga pihaknya menyerahkan penanganannya ke PB PON XX Papua,” ungkap dr. Nyoman Antari, yang juga Kadinkes Kota Jayapura.

Koordinator Humas PB PON XX, Azis Matdoan, yang dihubungi terpisah mengaku akan mengecek kasus tersebut. Namun demikian, dia menyayangkan keengganan para perwakilan CDM Meeting III tersebut untuk menjalani isolasi terpusat.

Seharusnya mereka mau, karena isoter di KM Tidar merupakan satu-satunya tempat isolasi yang disiapkan Pemkot Jayapura. CdM Meeting III yang berlangsung di Jayapura diikuti 34 provinsi, berlangsung pada 26-28 Agustus 2021.

Dibagian lain, Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua Mayjen, TNI (Purn.) Dr. Suwarno mengatakan, meski sudah selesai, CdM Meeting III masih meninggalkan pekerjaan rumah untuk PB PON XX. Salah satunya adalah menyelesaikan buku panduan dan mengirimkannya ke seluruh kontingen.

“Buku-buku panduan yang sekarang itu belum bisa dibawa pulang oleh KONI Provinsi, jadi segera finalisasi dan disusulkan untuk dikirimkan ke KONI–KONI Provinsi, karena itu adalah buku panduan tentang pelayanan-pelayanan yang akan diberikan,” tegas Suwarno, Minggu (29/8/2021).

Terkait kelancaran kegiatan PON XX, ia menganjurkan agar setiap provinsi mengirimkan tim mereka ke Papua terlebih dahulu, untuk memastikan akomodasi masing-masing daerah. Ia juga menekankan pentingnya bagi seluruh pihak terkait PON XX menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Untuk kontingen, atlet dan lain sebagainya, sebelum berangkat disarankan untuk melakukan karantina lima hari. Selain itu, mereka harus dapat vaksin dan lulus tes PCR sebagai persyaratan untuk berangkat ke sini,” ujar Suwarno.

Setiba di Papua, seluruh kontingen dibatasi ruang geraknya. Mereka selama dikarantina hanya boleh ke tempat akomodasi dan arena pertandingan. Kontak dengan orang yang satu kontingen juga dibatasi, apalagi berbeda rombongan.

Khusus untuk cabang olahraga yang mengharuskan kontak fisik, maka akan dilakukan tes antigen, setiap sebelum pertandingan. Jika negatif COVID-19, baru dapat diizinkan bertanding. Upaya-upaya tersebut dilakukan guna menyukseskan PON XX. “Dari sejak PON pertama hingga PON XIX, baru PON di Papua ini pemerintah pusat memberikan perhatian yang sangat,” ungkapnya. (Ant)

Lihat juga...