Gubernur DKI Nilai Jakreatifest Berpotensi Cepat Pulihkan Ekonomi Jakarta

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pameran UMKM tahunan Jakarta Creative Festival (Jakreatifest) berpotensi percepat pemulihan ekonomi di Ibu Kota karena kapasitas pelaku usaha didorong mulai dari akses pembiayaan, produksi hingga pemasaran produk.

“Semua kegiatan dari Jakpreneur, Jakreatifest ini adalah bagian dari ikhtiar menggerakkan pemulihan,” kata Anies Baswedan dalam pembukaan Jakreatifest 2021 di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Jakreatifest berpeluang memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM, industri kreatif, pariwisata dan digitalisasi bagi pelaku usaha khususnya di Jakarta.

Pertumbuhan ekonomi DKI yang mencapai 10,9 persen pada triwulan II-2021 diharapkan menjadi momentum​​​​​​​ yang harus dimanfaatkan pelaku usaha setelah sebelum​​​​​​​nya mengalam​​​​​​​i pertum​​​​​​​buhan negatif selama 2020.

Jakreatifest dilaksanakan atas kerja sama BI Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta yang menyinergikan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif di antaranya Festival Kopi Nusantara, Festival Kreatif dan Seni Jakarta, Festival Ekonomi dan Keuangan Digital dan Festival Ekonomi Syariah.

Berdasarkan data dari laman Jakreatifest, sekitar 144 pelaku UMKM mengikuti pameran virtual yakni kuliner sebanyak 67 usaha, kopi nusantara (10), fesyen (26), kerajinan (31) dan industri kreatif (10).

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko menambakan dalam Jakreatifest juga menghubungkan ekosistem di dalam UMKM di antaranya lembaga pembiayaan hingga pemasaran daring.

Tercatat ada empat lembaga pembiayaan dari sektor perbankan yang terdaftar dalam Jakfreatifest.

“Jakretifest ini untuk mendukung gerakan nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan bangga wisata Indonesia,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengharapkan makin banyak pelaku usaha yang juga memanfaatkan digitalisasi termasuk dalam berjualan hingga promosi.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia pada 2019 mencapai 65,4 juta unit usaha atau 99,9 persen dari total unit usaha di Tanah Air.

Sektor ini menyerap 119,5 juta tenaga kerja, 109,8 juta di antaranya merupakan tenaga kerja usaha mikro.

Sektor UMKM menyumbang Rp9.580,7 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2019.

Namun, dari 65,4 juta pelaku usaha itu, sekitar 13 persen di antaranya atau sekitar 8,5 juta yang sudah menggunakan ranah digital. [Ant]

Lihat juga...