Hama Tikus Serang Tanaman Jagung Petani Jember

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Produksi tanaman jagung menjadi pilihan petani memasuki musim kemarau, termasuk petani yang hidup di permukaan dataran tinggi. Namun serangan hama tikus tak dapat dielakkan.

Ismiati, warga Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Jember, mengatakan, tanaman bibit jagung miliknya rentan diserang hama tikus. Sehingga banyak bibit yang habis dimakan.

“Sudah dua kali proses penanaman bibit dilakukan. Sebab, sebelumnya banyak di makan oleh tikus,” ujar Ismiati kepada Cendana News, di wilayah Desa Darsono, Senin (2/8/2021).

Benih bibit jagung yang banyak di makan oleh tikus mengakibatkan dirinya harus berulang kali melakukan penanaman bibit jagung ulang. Ismiati mengatakan, pertumbuhan tanaman jagung miliknya tidak tumbuh secara bersamaan.

“Beberapa bibit jagung yang tidak dimakan oleh tikus masih bisa tumbuh, hingga usianya lima hari. Sedangkan bibit yang dimakan tikus gagal tumbuh tentunya,” ungkapnya.

Dengan luas 300 meter lahan sawah miliknya, ismiati mengaku masih bisa menanam bibit jagung sendiri. Namun, penanaman bibit ulang yang dilakukan tidak hanya sekali saja, ia mengaku sudah beberapa kali.

“Bibit yang gagal tumbul saya tanami lagi dengan bibit baru. Ada juga yang masih bisa tumbuh, cuman pertumbuhannya kan berbeda, ada yang tinggi, sedang dan ada yang masih pendek,” terangnya.

Ismiati mengaku, dirinya kesulitan menghadapi serangan hama tikus yang menyebabkan tanaman jagung miliknya sebagian gagal tumbuh.

Secara terpisah, Suryadi, warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Jember mengatakan, dirinya membenarkan bahwa akhir-akhir ini hama tikus banyak menyerang tanaman jagung milik petani.

“Serangan hama tikus sebelumnya tidak begitu terlihat, karena banyak petani tanaman jagungnya masih bisa tumbuh. Akhir-akhir ini justru bibit yang ditanam tidak tumbuh, karena habis dimakan tikus,” ungkapnya.

Lihat juga...