Hilirisasi Inovasi, BPTP Gorontalo Diseminasi Varietas Tanaman Sorgum

GORONTALO — Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo melakukan diseminasi varietas tanaman sorgum untuk mendukung hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan.

Peneliti dari BPTP Gorontalo, Muhammad Yusuf Antu mengatakan displai varietas unggul sorgum bertujuan untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan.

“Sorgum perlu didorong untuk diperkenalkan, karena merupakan tanaman multiguna, mulai dari batang hingga biji sorgum dapat di manfaatkan baik sebagai sumber pangan, pakan, energi dan bahan baku industri,” ujarnya di Gorontalo, Rabu (4/8/2021).

Ia menjelaskan, tanaman karbohidrat tersebut masih satu keluarga dengan padi, jagung dan gandum. Kandungan nutrisinya pun tak kalah dari beras.

“Sorgum mengandung serat pangan yang dibutuhkan tubuh, beberapa senyawa fenolik sorgum diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antitumor,” ungkapnya.

Sorgum juga memiliki kandungan gluten dan indeks glikemik rendah yang baik untuk diet gizi khusus, sehingga diseminasi varietas sorgum merupakan upaya mengenalkan tanaman sorgum ke masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan fungsional.

“Sembilan varietas unggul sorgum hasil inovasi Balitbangtan didiseminasikan oleh BPTP Gorontalo, yaitu varietas Super 1, Super 2, Soper 7, Soper 9, Bioguma 1, Bioguma 2, Bioguma 3, Numbu, dan varietas Kawali pada lahan seluas 1 hektar di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango,” kata dia.

Selain displai varietas sorgum, di lokasi tersebut juga dilakukan kajiterap tujuh varietas sorgum untuk mengetahui daya adaptasi varietas tersebut dan uji multi lokasi (UML) 11 galur sorgum untuk mendapatkan calon varietas baru.

“Untuk menganalisis pertumbuhan tanaman sorgum, telah dilakukan pengamatan dan pengambilan data tanaman sorgum meliputi luas daun untuk menghitung indeks luas daun, sampel tanaman untuk menghitung bobot kering total tanaman dan intensitas cahaya matahari untuk menghitung besarnya energi matahari yang diintersepsi dan diabsorpsi tanaman sorgum,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...