Inggris Mulai Menawarkan Suntikan COVID-19 untuk Anak Berusia 16 dan 17 tahun

Ilustrasi - Vaksinasi COVID-19 - ANTARA
LONDON – Inggris, mulai menawarkan kepada waranya, semua anak berusia 16 dan 17 tahun dapat diberikan suntikan dosis pertama vaksin Pfizer, untuk menanggulangi COVID-19. Vaksinasi tersebut  diklaim, akan menjadi langkah untuk melindungi anak-anak dari penyakit, sebelum kembali sekolah pada September.

Komite Bersama Inggris untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI), sekira dua minggu lalu mulai mewacanakan, bahwa hanya anak-anak yang rentan secara medis yang akan ditawari vaksin. Namun Rabu (4/8/2021), JCVI memperbarui saran awal, sehubungan dengan perubahan penyebaran penyakit pada kelompok yang lebih muda, dan data keamanan terbaru yang tersedia.

Penyebaran varian Delta yang cepat di kalangan anak muda, memicu puncak kasus baru-baru ini, sebelum sekolah dibubarkan untuk liburan musim panas. “Setelah mempertimbangkan data terbaru dengan cermat, kami menyarankan agar anak berusia 16 hingga 17 tahun yang sehat ditawari dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech,” kata Wei Shen Lim, Ketua JCVI COVID-19.

JCVI mengatakan, manfaat menjaga kesehatan dan sekolah bagi anak-anak adalah yang terpenting, meskipun ada juga dampak positif bagi masyarakat secara lebih luas. “COVID-19 biasanya terjadi dalam kondisi ringan atau tanpa gejala pada kebanyakan orang muda, itu bisa sangat tidak menyenangkan bagi sebagian orang,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid mengatakan, dia menerima saran itu dan mengharapkan program itu dimulai pada akhir Agustus. Inggris, telah mengambil pendekatan yang jauh lebih hati-hati untuk memvaksinasi anak-anak daripada di Amerika Serikat dan Israel, yang telah mendorong peluncuran vaksinasi secara luas untuk anak di bawah 18 tahun.

Para pejabat mengatakan, pendekatan kehati-hatian diperlukan, untuk mendapatkan sedetail mungkin tentang profil keamanan vaksin, tetapi menekankan bahwa mereka aman. JCVI mempertahankan saran sebelumnya, anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun dengan kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya, juga harus mendapatkan vaksin.

“Perasaan saya adalah, bahwa daftar (anak-anak yang memenuhi syarat), kemungkinan besar akan diperluas dari waktu ke waktu ketika data tersedia,” kata Wakil Kepala Petugas Medis, Jonathan Van-Tam.

Russell Viner, Profesor anak dan kesehatan remaja mengatakan, vaksinasi remaja yang lebih tua adalah langkah pertama yang masuk akal dan akan menjadi penting bagi kaum muda itu sendiri. Terutama untuk kebutuhan kembali ke sekolah, serta juga bermanfaat bagi masyarakat luas termasuk orang tua dan anak-anak. (Ant)

Lihat juga...