Inilah Teknik Sederhana Budi Daya Madu Lanceng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Selain memiliki khasiat luar biasa bagi tubuh, budi daya madu lanceng selama ini banyak dilirik karena nilai jualnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan madu lebah biasa. Nilai jual madu lanceng di pasaran bahkan bisa mencapai 4 kali lipat jika dibandingkan madu biasa.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan para petani madu, lebih memilih membudidayakan madu jenis lanceng yang secara teknik budi daya juga tidak jauh berbeda dengan madu jenis lainnya.

Salah seorang pembudidaya madu lanceng, Dani Wihartata, asal Dusun Kragilan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, mengatakan, membudidayakan madu lanceng bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Cara yang mudah adalah dengan membeli koloni lebah madu lanceng dari peternak. Kemudian dikembangkan sendiri.

Cara ini dinilai lebih praktis karena petani tinggal meneruskan saja koloni lebah yang sudah ada.
Sementara cara lainnya adalah dengan menangkarkan lebah jenis madu lanceng langsung dari alam.

Meski membutuhkan proses waktu cukup lama, cara inilah yang paling sering dilakukan para pembudidaya lebah pada umumnya.

Kandang koloni lebah madu jenis lanceng yang dibudidayakan Dani Wihartata, Senin (30/8/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Untuk bisa menangkap lebah dari alam yang pertama perlu kita lakukan adalah menyediakan rumah bagi lebah. Saya biasanya menggunakan bambu yang ditempatkan di pohon-pohon atau atap-atap rumah. Pada bambu itu dibuat lubang kecil sebagai pintu keluar masuk lebah. Agar lebah mau bersarang di dalam bambu, maka di dekat lubang pintu itu perlu diberikan propolis lebah,” katanya, Senin (30/8/2021).

Setelah lebah liar bersarang di dalam bambu, maka tinggal memindahkan ratu lebah beserta telur-telurnya ke dalam wadah atau kandang budidaya.

Biasanya berupa kotak kayu kecil berukuran 20×30 cm. Kotak ini harus dibuat rapat-rapat tanpa celah. Serta dibuat satu buah lubang kecil sebagai pintu keluar masuk lebah yang diberi sedikit propolis untuk menarik minat lebah.

“Propolis ini merupakan bahan utama pembuatan sarang lebah. Biasanya kita dapatkan saat memanen madu,” katanya.

Dalam jangka waktu 1 tahun, koloni lebah biasanya akan terbentuk sempurna. Sang ratu kemudian akan mengeluarkan sebanyak 12 telur calon ratu baru. Telur calon ratu inilah yang kemudian diambil dan dipecah di kandang berbeda sehingga akan membentuk 12 koloni lebah baru.

“Setelah 3-4 bulan, telur calon ratu tadi biasanya akan menetas. Setelah menetas, si ratu akan membuat koloni baru. Satu ratu lebah biasanya memiliki usia 2-4 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, seorang ratu akan bisa menelurkan 20-40 ribu lebah pekerja,” katanya.

Perlu diketahui, jenis lebah madu lanceng berbeda dengan lebah madu biasa. Secara fisik lebah madu lanceng memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Hal inilah yang membuat proses pembentukan sarang lebah serta volume madu yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan lebah madu pada umumnya.

“Untuk memudahkan lebah mencari makan alami, kita bisa menanam berbagai jenis tanaman yang mampu berbunga sepanjang tahun. Seperti Kaliandra, Air Mata Pengantin, Pagar Tanam, Santos Lemon, dan sebagainya. Selain itu juga bisa kita siapkan propolis untuk lebah membuat sarang serta getah pinus. Getah pinus ini berfungsi sebagai pelindung sarang lebah dari serangan hama alami seperti semut, rayap, dan sebagainya,” katanya.

Memelihara lebah madu lanceng di halaman sekitar rumahnya sejak 3 tahun terakhir, Dani mengaku saat ini telah memiliki sekitar 170 kotak koloni sarang lebah.

Setiap koloni tersebut rata-rata akan menghasilkan sekitar 30 mililiter madu murni setiap tiga bulan sekali. Sehingga total madu murni yang bisa ia hasilkan berkisar antara 3-4 liter setiap 3 bulannya.

“Saya biasa jual madu lanceng ini per botol kecil 150 mili. Harganya Rp100 ribu per botol. Memang cukup mahal, karena memang kualitasnya bagus. Asli langsung dari hasil budidaya sendiri, dan menggunakan pakan alami,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ning, mengaku merasakan sensasi yang berbeda saat mencicipi madu lanceng hasil budidaya Dani.

Salah seorang pengunjung, Ning, saat mencicipi madu jenis lanceng, Senin (30/8/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Ia menyebut rasa madu lanceng asli sedikit asam dengan sensasi pahit tersendiri. Teksturnya juga lebih encer jika dibandingkan dengan madu jenis biasa lainnya.

“Rasanya unik. Tidak seperti madu-madu biasanya. Baru tahu jika rasa madu lanceng seperti ini,” ungkapnya.

Lihat juga...