Jelang HUT Kemerdekaan RI, Perajin Bendera di Solo Dapat Pesanan Besar

Seorang perajin, memproses pembuatan bendera Merah Putih, menjelang HUT Kemerdekaan RI di Jalan Doktor Rajiman No.652 Kelurahan Pajang Laweyan Surakarta Jawa Tengah, Senin (2/8/2021) - foto Ant

SOLO – Seorang perajin bendera Merah Putih, yang berproduksi di Jalan Doktor Rajiman No.652 Kelurahan Pajang Laweyan Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), mendapat pesanan besar, menjelang peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Pesanan bendera dan umbul-umbul merah putih menjelang HUT Kemerdekaan RI mengalami peningkatkan mulai 1 Agustus hingga sekarang,” kata Nurhadi (66), perajin bendera berlabel Nugroho, di Jalan Dr Rajiman 652 Solo, Senin (2/8/2021).

Permintaan bendera Merah Putih pada Juli 2021, rata-rata mencapai 50 potong per-hari. Dan mulai Minggu (1/8/2021) hingga saat ini, rata-rata meningkat hingga 80 potong per-hari. Dibantu tiga tenaga penjahit, ia rata-rata mampu memproduksi 60 potong bendera dan 30 potong umbul-umbul.

Masyarakat, mulai ramai membeli bendera pada Minggu (1/8/2021), karena ada imbuan pemerintah agar masyarakat untuk memasang bendera di rumahnya masing-masing pada tanggal 1 Agustus hingga 17 Agutus. “Selama Juli mampu menjual bendera dan umbul-umbul sekitar 1.500 potong, dan bulan ini diperkirakan meningkat mencapai 2.400 potong,” tambah Nurhadi.

Soal harga bendera, bervariasi tergantung ukuran. Jika yang pesanan besar, ukuran 120 x 180 cm, dijual Rp65.000 per potong. Ukuran kecil, 60 x 90 cm, hanya Rp25.000 per potong, untuk umbul-umbul biasa ditawarkan Rp30.000 per potong. “Saya juga menyiapkan bendera ukuran kecil untuk kendaraan bermotor roda empat yang dijual hanya Rp2.000 per potong,” ujarnya.

Nurhardi mengaku menggeluti bisnis pembuatan bendera dan umbul-umbul sejak 20 tahun yang lalu. Hasilnya cukup lumayan, karena momen HUT Kemerdekaan RI ini, banyak datang pesanan dari berbagai daerah.

Usaha kerajinan bendera tersebut pada masa pandemi saat ini, memang ada penurunan omset sekira 20 persen, bila dibanding sebelum pandemi. Pada hari-hari biasa sebelum pandemi rata-rata mampu menjual 100 potong per-hari. Tetapi pada pandemi dan pemberlakukan PPKM, hanya sekira 80 buah per-hari. “Permintaan bendera merah putih ini, akan berlangsung hingga hari H Kemerdekaan RI pada 17 Agustus,” ungkapnya.

Soal kualitas bendera, produksinya lebih halus, variatif, dan harga terjangkau. Sehingga banyak pelanggan yang merasa puas. Bahan baku kain mudah dicari dan tidak ada kendala di Solo dengan jenis peles, karena daerah ini salah satu sentra produksi tekstil di Jawa Tengah. “Bahan kain jenis peles banyak dijumpai di pasar-pasar kain seperti Klewer dan Beteng Trade Center,” pungkasnya. (Ant)

 

Lihat juga...