Kebakaran di Pasar Bakauheni Sebabkan Pedagang Makin Menderita

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kesedihan terpancar dari wajah ratusan pedagang di pasar Bakauheni, Lampung Selatan. Mereka, para pedagang dan pelaku usaha kecil di pasar yang berada di Jalan Lintas Timur Bakauheni itu hanya bisa menatap lapak dan tokonya yang sudah rata dilalap si jago merah.

Susanti, salah satu pedagang bahan pokok di pasar tersebut,  mengatakan barang miliknya tidak bisa diselamatkan, dan semua habis terbakar.

Menurut Susanti, saat kejadian kebakaran ia sudah bersiap untuk tidur dini hari. Pastinya penyebab kebakaran ia mengaku belum tahu, hanya saja saat datang ke pasar ia mendapatkan informasi.

Pada Selasa 3 Agustus 2021 pukul 01.28 WIB, ia bersama suami sudah tidak bisa masuk ke dalam toko. Api sudah menghanguskan toko dan lapak dan sebagian rumah yang ditempati warga.

“Banyak pedagang yang memiliki kios, toko, lapak permanen dan semi permanen tidak bisa menyelamatkan barang, karena api cepat membakar. Meski pemadam kebakaran berusaha memadamkan api, barang milik pedagang habis terbakar, modal usaha hilang dalam sekejap,” terang Susanti, saat ditemui Cendana News, Selasa (3/8/2021) pagi.

Susanti bilang, modal usaha yang sebagian merupakan pinjaman raib. Meski memiliki usaha di rumah selain yang ada dalam pasar Bakauheni, kerugian memukul sumber usahanya.

Sahroni, salah satu pedagang memilih berjualan dengan mobil di tepi Jalan Lintas Sumatra tak jauh dari pasar yang terbakar, Selasa (3/8/2021). -Foto: Henk Widi

Sang suami masih tetap mengais barang-barang, meski sebagian asap masih mengepul. Semua barang yang berada dalam kios tidak tersisa, karena terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar.

Pedagang lain bernama Sahroni, menyebut sementara waktu ia tidak bisa berjualan di pasar. Ia dan keluarganya mengaku terpukul dengan musibah kebakaran yang dialami oleh sekitar 250 lebih pedagang.

Nestapa pun berakumulasi dengan kesulitan ekonomi kala pandemi. Berbagai barang dagangan yang ada di dalam kiosnya, tidak bisa diselamatkan.

“Kejadian dini hari dan lokasi ke kios berada di gang sempit, sekaligus miring, jadi sulit. Sudah pasrah semua terbakar,” ulasnya.

Ia mengatakan, omzet penjualan yang tengah lesu kala pandemi, makin terpuruk oleh aset yang musnah. Beruntung, ia menyebut kios yang digunakan merupakan sistem sewa. Namun, sebagian barang yang tidak bisa diselamatkan berimbas kerugian puluhan juta.

Ia masih beruntung, stok barang sebagian disimpan di rumah sehingga ia bisa berjualan di tepi jalan, tidak jauh dari pasar Bakauheni.

Meski tidak mengetahui persis penyebab kebakaran, Sahroni bilang pedagang tidak bisa berbuat banyak. Beberapa pedagang yang berada di seberang jalan diakuinya tetap bisa berjualan.

Hanya pemilik usaha kuliner warung makan di depan Menara Siger tetap beroperasi. Sejumlah pedagang masih membersihkan puing-puing dalam toko, berharap ada barang yang bisa diselamatkan.

Pedagang lain bernama Riski, menyebut pasar Bakauheni menjadi lokasi usahs strategis. Berada di pertemuan akses Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatra, ia membuka usaha sejak belasan tahun silam.

Namun, ia mengaku tidak mendapat jatah lapak di dalam pasar Bakauheni. Ia memilih membangun kios kecil tepat di seberang pasar Bakauheni, menjual buah dan makanan.

“Imbas pasar terbakar, arus lalu lintas juga terganggu berimbas tidak ada pelanggan mampir,” ulasnya.

Riski menyebut, pedagang yang terimbas kebakaran sebagian tidak bisa beroperasi. Beberapa pedagang ikan, sayuran dan kebutuhan pokok yang tidak memiliki lapak memilih berjualan di trotoar jalan.

Sementara waktu, sejumlah pedagang memilih tidak berjualan, membenahi lapak yang terbakar. Ia menyebut, belum ada rencana relokasi pedagang ke lokasi lain pasckebakaran.

Sementara itu, sejumlah pedagang memperkirakan

kerugian yang dialami bervariasi. Sebagai pedagang kebutuhan pokok berupa beras, gula, terigu, bumbu instan, Susanti mengaku rugi hingga puluhan juta rupiah.

Beberapa pedagang bahkan bisa mengalami kerugian lebih besar, terutama sejumlah aset yang ikut terbakar. Meski terbakar, ia mengaku sebagian stok barang disimpan di tempat tinggal berjarak satu kilometer dari pasar.

Lihat juga...