Kecap Rempah Produksi UMKM IAI Sasar Pelanggan Peduli Kesehatan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Mengkreat suatu produk yang telah populer dan diproduksi oleh industri besar seperti kecap, tentunya sah saja. Tapi ketika usaha skala kecil menengah membuat suatu produk yang sama persis, pasti akan kalah, karena mereka telah memiliki iklan dan pasar sendiri.

Kuncinya, harus memiliki kelebihan tersendiri dibanding produk besar yang telah dikenal oleh masyarakat, salah satu pilihannya kembali ke tradisional, dengan kemasan berbeda, seperti kecap manis dan asin, tapi lebih menonjolkan kealamiannya.

Cara itu dilakukan oleh Nurjannah Dongoran, pelaku UMKM Ikapeksi Agro Industri (IAI) dengan mencoba mengkreat produk kecap tradisional dengan menggunakan bahan alami. Lebih ke rasa rempah yang ditonjolkan dengan menyasar pelanggan yang peduli pada kesehatan.

“Kami memproduksi dua varian kecap skala UMKM, pilihannya kecap manis dan asin yang dibuat secara tradisional tanpa bahan tambahan,” kata Nurjannah saat ditemui Cendana News, di wilayah Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021).

Nurjannah mengaku telah memulai produksi Kecapa sejak 2016 lalu, awalnya di Kebumen Jawa tengah, dengan pertimbangan untuk mendekatkan langsung ke bahan baku seperti kedelai. Tapi, karena berbagai pertimbangan akhirnya sekarang berpindah produksi di wilayah Tambun Utara, Kabuapten Bekasi.

Menurutnya dengan menjual kealamian bahan baku produk kecapnya cukup diminati di pasaran, terutama bagi mereka yang peduli kesehatan. Karena kecap yang diproduksi tersebut tanpa menggunakan bahan tambahan.

“Kami produksi alami, seperti menggunakan bahan baku kedelai lokal, sereh, jahe, lengkuas, gula merah dan lainnya. Sehingga rasanya lebih ke rasa rempah, dan jika orang jaman dulu merasakan bisa kembali ke zamannya,” jelas Nurjannah.

Melalui berbagai cara, akhirnya bisa ditemukan cara agar kecap yang diproduksi tersebut meski tanpa bahan pengawet, perwarna dan pemanis buatan, bisa bertahan hingga setahun lebih. Metode tersebut tentu sudah melalui berbagai uji coba.

“Saat ini pasarnya memang banyak di luar Bekasi, tapi sekarang mulai merambah beberapa pasar tradisional, seperti di wilayah Cikarang,” paparnya.

Kecap yang dikasih brand Oishii ini juga memberdayakan warga sekitar tersebut untuk produksinya.

Ketua UMKM Tambun Utara, Irwanto terpisah mengakui telah mengetahui produk UMKM IAI tersebut, dan telah berkunjung langsung.

“Mereka sudah lama produksi, tapi belum merambah pasar Bekasi, selama ini diketahui banyak di kirim ke luar daerah atau ke pesanan salah satu tempat untuk dibuat merek sendiri oleh mereka,” papar Irwanto.

Lihat juga...