Kembangkan Jagung, Lapas Atambua Siapkan Lahan 10 Hektare

KUPANG  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua, Kabupate Belu, Nusa Tenggara Timur menyiapkan lahan yang dimiliki Lapas setempat seluas 10 hektare yang  dimanfaatkan untuk mengembangkan komoditi jagung.

“Kami sudah mulai lakukan persiapan lahan seluas 10 hektare dan tinggal menunggu hujan untuk melalui menanam jagung,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Edward Hadi ketika dihubungi, Selasa.

Penanaman jagung sebenarnya sudah bisa dimulai pada Juli 2021 namun karena kendala kekurangan air sehingga masih menunggu hingga adanya hujan.

Dalam program pengembangan jagung ini pihaknya juga melibatkan warga binaan di Lapas setempat yang memenuhi syarat untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi.

“Warga binaan kita libatkan secara langsung untuk pengembangan jagung ini seperti yang sudah dilakukan selama ini dalam usaha budi daya sayur, buah-buahan, maupun budi daya ikan nila dan peternakan ayam,” katanya.

Edward menjelaskan sambil menunggu musim hujan, lahan tersebut juga tidak dibiarkan melainkan digunakan untuk budi daya sayur dan buah semangka.

Penghasilan dari usaha budi daya ini, kata dia akan bagi di antaranya untuk warga binaan, biaya operasional, maupun untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Program pengembangan jagung ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI).

Lapas Atambua, kata dia merupakan salah satu dari 13 unit pelayanan publik secara nasional yang ditentukan sebagai proyek percontohan pengembangan sektor pertanian.

“Oleh karena itu persiapan kita lakukan sehingga program pengembangan jagung ini bisa berjalan dengan lancar dan dapat memberikan hasil yang optimal,” katanya. (Ant)

Lihat juga...