Kembangkan Usaha, Mahmud Ajiz Manfaatkan Pinjaman ‘Modal Kita’

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Bagi warga Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, kehadiran program pinjaman modal usaha Modal Kita hingga kini masih menjadi andalan warga dalam mengembangkan usahanya.

Berbagai jenis usaha berhasil mereka kembangkan dengan memanfaatkan pinjaman modal usaha yang diberikan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui koperasi binaannya Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri.

Salah satu penerima manfaat, Mahmud Ajiz, mengaku cukup terbantu dengan adanya pinjaman Modal Kita untuk pengembangan usaha Batu Bata yang sudah ia rintis sejak lima tahun yang lalu. Tercatat, sudah dua kali ini Ajiz mengajukan pinjaman Modal Kita senilai dua juta dan tiga juta.

“Jadi semua pinjaman saya gunakan untuk mengembangkan usaha dan menambah jumlah pekerja. Sekarang masih ada dua orang pekerja, dan rencananya mau menambah satu orang pekerja,” sebutnya.

Disebutkan, dalam sekali produksi, masing-masing pekerja biasanya bisa membuat 500 batu bata. Sedangkan untuk pemasaran, Ajiz tidak menjualnya eceran tapi dijual secara borongan ke proyek-proyek pembangunan.

“Tidak kami jual ecer tapi langsung borongan supaya perputaran uangnya lebih cepat,” ucapnya.

Mahmud Ajiz, saat menerima pencairan pinjaman Modal Kita, Kamis (1/7/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Menurut Ajiz, batu bata ini termasuk barang yang penjualannya cepat, apalagi dijual langsung ke proyek. Namun demikian, usaha batu bata miliknya sempat terkendala kondisi pandemi, dimana ada beberapa pembayaran dari proyek yang terlambat.

Beruntung, kendala yang dihadapi usahanya dalam kondisi pandemi tersebut tidak sampai mempengaruhi pembayaran angsuran pinjaman Modal Kita.

“Alhamdulillah meskipun kondisi pandemi, pembayaran angsuran pinjaman tetap lancar. Karena yang penting perputaran uang harus hati-hati, jangan sampai ke lain usaha. Kalau usahanya dari batu bata ya kembalinya harus ke batu bata,” tuturnya.

Sementara itu Ajiz menjelaskan, untuk membuat batu bata diperlukan campuran antara abu tebu dengan tanah yang kemudian diaduk dengan menggunakan mesin. Setelah semua bahan dicampur, kemudian dicetak menjadi batu bata untuk kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.

“Pengeringan melihat cuaca kalau cerah ya cepat kering. Tapi kalau musim hujan bisa 2-3 hari proses pengeringannya,” terangnya.

Jika sudah benar-benar kering baru kemudian dibakar. Pembakarannya tergantung jumlah batu bata yang dibakar berapa banyak. Kalau banyak, bisa sampai 4-5 hari.

“Proses pembakaaran kami menggunakan kayu bakar. Setelah dibakar, batu bata sudah siap dikirim,” tandasnya.

Sementara itu Supervisor KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Abdul Rohim, mengatakan bahwa selama ini pinjaman Modal Kita memang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha, termasuk pak Ajiz.

“Alhamdulillah Pak Ajiz ini termasuk anggota yang pembayaran angsurannya lancar, jadi kami berikan lagi pinjaman agar usaha batu batanya bisa semakin berkembang,” pungkasnya.

Lihat juga...