Koin untuk Normalisasi Kali Jambe Bekasi Baru Terkumpul Dua Kantong Kresek

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Gerakan sejuta koin dari rakyat yang dilakukan oleh Aliansi Peduli Kali Jambe, untuk membantu pemerintah menormalisasi kali yang melintasi Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat baru berhasil mengumpulkan koin dua kantong kresek.

Aksi pengumpulan sejuta koin itu dimulai pada 16 Agustus dan akan berakhir pada 26 September 2021. Koordinatornya berada di masing-masing wilayah yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalijambe.

“Masyarakat sangat antusias mengumpulkan koin di wilayah masing-masing. Sekarang sudah terkumpul dua kantong kresek ukuran sedang warna merah. Untuk nilai memang tidak diketahui, karena misinya hanya sejuta koin,” ungkap Latip, Koordinator Aliansi Peduli Kalijambe kepada Cendana News, Rabu (25/8/2021).

Latip juga mengatakan, dalam waktu dekat ini akan audiensi dengan Camat Tambun Selatan, khusus membahas masalah normalisasi Kalijambe yang kian memprihatinkan. Hal lainnya lanjutnya audiensi juga akan digelar bersama Pj Bupati Bekasi.

“Kebetulan kami sudah memasukkan permohonan untuk audiensi, dan dijadwalkan 30 Agustus 2021 diterima oleh Pj Bupati Bekasi untuk audiensi terkait normalisasi Kalijambe,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini sampah di wilayah krosing tol Jatimulya, Kabupaten Bekasi sudah mulai bersih. Hal itu dilakukan oleh BBWS bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui UPTD wilayah 2.

Namun demikian jelasnya “PR” yang terjadi di aliran Kali Jambe adalah terkait pencemaran yang telah terjadi selama puluhan tahun. Hingga menjadikan Kali Jambe seperti kali mati, tidak ada penghidupan biota air.

“Persoalan Kali Jambe yang melintasi dua wilayah itu tidak hanya persoalan endapan sampah, sidementasi lumpur dan lainnya. Tapi lebih kepada pencemaran yang terjadi hingga buat air Kali Jambe hitam pekat tidak ada biota air yang bisa hidup, sementara itu kali alam,” tukasnya mengapresiasi UPTD LH wilayah 2 sudah mulai ikut campur lebih terkait Kali Jambe.

Latip mengisahkan, dari keterangan warga yang berada di bantaran Kali Jambe, kondisi pencemaran yang terjadi itu sejak 1995. Hal tersebut sesuai penuturan warga bahwa sebelumnya air itu bersih.

“Kami juga sudah sudah survey ke pertemuan kali yang disebut turbulensi, dimana dari arah Kali Pete di wilayah Jatimulya tepatnya di Griya Timur, airnya bersih. Tapi saluran Kali Jambe hitam pekat dan ikan pun dari Kali Pete tidak mau masuk ke Kali Jambe,”paparnya.

Latip saat bersama tim kumpul koin di sekretariatnya Aliansi Kali Jambe wilayah Jatimulya, Tambun Selatan, Rabu (25/8/2021). Foto: Muhammad Amin

Hal senada juga diakui warga lainnya bernama Reza mengakui bahwa pertemuan antara Kali Pete dengan Kali Merah atau Kali Jambe terjadi kontras. Karena air dari Kali Pete masih normal bebas dari pencemaran. Sementara Kali Jambe yang hulunya berada di Sumur Batu Kota Bekasi airnya hitam pekat.

“Kondisi itu sudah terjadi puluhan tahun, sekarang Kali Jambe terjadi pendangkalan hingga berdampak pada banjir di sepanjang jalur yang dilintasinya. Sangat terdampak adalah Jatimulya yang dekat dengan krosing tol,” pungkasnya.

Lihat juga...