Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Berdayakan Petani di Cilampunghilir

Editor: Koko Triarko

Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail, dijumpai Cendana News, Selasa (31/8/2021) - Foto: Jatmika H Kusmargana

TASIKMALAYA – Koperasi Amanah Galunggung Mandiri yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, memberdayakan para petani untuk bisa menghasilkan beras kualitas super dan premium. 

Pemberdayaan tersebut dilakukan, mengingat wilayah desa Cilampunghilir dan sekitarnya selama ini dikenal sebagai kawasan penghasil beras berkualitas tinggi. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa Barat, kualitas beras asal Cilampunghilir bisa dibilang tidak kalah dan bisa bersaing.

Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail, mengatakan pemberdayaan dilakukan koperasi dengan memberikan gelontoran modal pada para petani. Lewat unit usaha Modal Kita, sejumlah petani di Cilampunghilir diberikan pinjaman usaha sebesar Rp20 juta per orang.

“Saat ini ada 6 orang anggota koperasi yang berprofesi sebagai petani yang kita bina dan kita berikan pinjaman modal usaha. Modal ini digunakan untuk membeli gabah hasil panen petani lainnya, untuk kemudian diolah menjadi beras. Beras inilah yang nantinya akan dibeli oleh koperasi untuk kemudian dijual langsung ke konsumen,” ungkapnya.

Diberi nama beras KUD Singaparna, beras hasil produksi Koperasi Amanah Galunggung Mandiri ini memiliki kualitas super dan premium, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Jika beras serupa di pasaran dijual seharga Rp11.500-12.000 per kilogram, maka beras KUD Singaparna ini hanya dijual Rp10.500 per kilogramnya.

“Keunggulan beras ini adalah beras lokal tanpa campuran sama sekali. Semuanya asli beras super. Tanpa ada campuran beras kualitas biasa. Warnanya juga lebih putih dibandingkan beras biasa,” ungkapnya.

Meski pemberdayaan masih dilakukan secara terbatas, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri berharap, upaya ini nantinya bisa mengangkat petani ke arah yang lebih baik. Mereka tidak hanya menjual hasil panen berupa gabah, namun bisa menjual dalam bentuk beras berkualitas.

“Dengan tidak lagi menjual hasil panen kepada para tengkulak, diharapkan pendapatan petani akan bisa meningkat. Sehingga kesejahteraan mereka juga akan makin membaik,” bebernya.

Lihat juga...