Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Luncurkan Terobosan Beras KUD Singaparna

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

TASIKMALAYA — Melalui unit usaha Warung Kita, yang baru berdiri sejak awal 2020 lalu, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, sukses melakukan terobosan usaha baru di tengah situasi pandemi.

Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail. Dok CDN

Terobosan baru ini dilakukan dengan menyerap gabah dari petani untuk kemudian diolah menjadi beras dan dijual langsung kepada konsumen, baik itu pedagang kecil maupun masyarakat umum melalui koperasi. Saat ini tercatat telah ada sebanyak 260 konsumen yang rutin menyerap beras koperasi yang diberi nama Beras KUD Singaparna.

Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail, menyebut pihaknya memulai ide usaha baru ini setelah melihat banyaknya masyarakat penerima bantuan sosial yang mendapatkan beras kualitas buruk dan tak layak konsumsi. Dari situlah ia bekerjasama dengan pihak BUMDes selaku penyalur program bantuan sosial, untuk meningkatkan kualitas beras bantuan bagi masyarakat miskin.

“Bekerjasama dengan BUMDes, kita mendata dan memetakan berapa kebutuhan beras yang diperlukan untuk program bantuan sosial baik itu PKH hingga BPNT. Dari situlah kemudian kita masuk. Karena jika dilihat dari rentang harganya, mestinya masyarakat penerima bantuan bisa mendapatkan beras dengan kualitas lebih bagus dibandingkan beras bantuan selama ini,” katanya belum lama ini.

Selain menjual beras produksi Koperasi untuk warga miskin penerima bantuan sosial, Koperasi Anugrah Galunggung Mandiri, juga menjual beras tersebut kepada masyarakat umum melalui program Sembako Amanah. Lewat program ini, masyarakat bisa memesan beras via HP untuk kemudian diantarkan langsung ke rumah-rumah warga.

“Saat ini sudah ada sebanyak 260an konsumen yang rutin memesan beras Koperasi. Baik itu masyarakat biasa, ataupun pemilik warung-warung kecil. Sistemnya bisa bayar cash langsung atau kredit selama tujuh hari. Untuk kredit ini syaratnya mudah sekali, hanya perlu menjadi anggota koperasi,” katanya.

Tak cukup sampai disitu, baru-baru ini Koperasi Amanah Galunggung Mandiri juga mulai menyasar penjualan beras produksi koperasi ke sejumlah pondok pesantren yang ada di wilayah sekitar desa Cilampunghilir. Meski masih tahap awal, koperasi mengaku telah mampu mendistribusikan beras mencapai 500 kilogram untuk satu dapur pondok pesantren.

“Untuk ke pesantren memang kita masih penjajakan. Selama ini kita baru dua kali memasok untuk satu dapur ponpes. Ya pelan-pelan. Kita harapkan nanti semua dapur bisa mengambil beras dari koperasi. Karena potensinya, dengan ribuan santri satu pondok pesantren itu bisa menyerap beras sampai tiga ton per hari,” katanya.

Melalui ide terobosan baru ini, unit usaha Modal Kita Koperasi Amanah Galunggung Mandiri saat ini bahkan mampu mencatatkan peningkatan omset usaha hingga mencapai Rp120juta per bulannya. Dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan hasil dari usaha penjualan beras koperasi.

“Kita memilih beras ini menjadi usaha baru karena mengikuti arahan dari petinggi Yayasan Damandiri yakni Pak Firdaus. Dimana beliau mengatakan salah satu usaha yang tetap akan bertahan di masa pandemi seperti sekarang ini adalah terkait pangan. Dari situlah kita coba usaha ini. Terlebih selama pandemi ini usaha koperasi dari unit Modal Kita mengalami penurunan pendapatan. Sehingga kita harus berpikir bagaimana mencari pendapatan baru,” katanya.

Lihat juga...