Korban Kebakaran di Bekasi Timur Tempati Tenda Darurat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Bekasi, Jawa Barat, telah mendirikan tenda darurat guna menampung pengungsi korban kebakaran yang terjadi di belakang Pasar Baru, Jalan M Yamin, Bekasi Timur yang terjadi di penghujung Juli lalu.

“Tenda yang didirikan ada dua tenda besar di lokasi kebakaran dan kamar mandi portabel sebanyak 3 unit untuk mereka para korban kebakaran berikut tempat menampung air,” ungkap Toni Kurniadi, Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Kota Bekasi, Senin (2/8/2021).

Toni Kurniadi, Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Kota Bekasi, dijumpai, Senin (2/8/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, sampai saat ini banyak relawan yang mendonasikan harta bendanya membantu sesama, hal itu setelah tenda didirikan di sekitar lokasi. Donasi berbagai bentuk seperti makanan cepat saji, pakaian bekas layak pakai dan sumbangan yang lainnya.

“Alhamdulilah tadi ada donatur yang menyumbangkan makanan cepat saji, pakaian yang masih layak pakai dan lainnya. Untuk para ibu dan anak-anak kita tempatkan di tenda orange dan untuk bapak-bapak kita tempatkan di tenda yang satu lagi warna hijau,” tambahnya.

Menurutnya, melihat situasi di lokasi, pendirian tenda dipastikan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, bahkan tidak menutup kemungkinan sampai dilakukan relokasi bagi para korban. BNPB juga akan menunggu dari dinas terkait untuk relokasi warga, dan akan dibawa ke mana.

“Tentu sampai sekarang kami masih menunggu kelanjutannya, terutama bagi para korban ini,” ungkap Toni

Terpisah, Sekretaris RW, Cecep Supriadi, menjelaskan, kronologi kebakaran yang tejadi di wilayahnya begitu cepat pada dua hari lalu. Puluhan lapak dilalap si jago merah.

Sekretaris RW Duren Jaya, Cecep Supriadi, dijumpai, Senin (2/8/2021). Foto: Muhammad Amin

“Kebakaran terjadi Sabtu (31/7/2021) pukul 23.00 WIB. Kejadiannya begitu cepat meski saat malam itu ada hujan. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu,” papar Cecep menyebut ada dua luka ringan.

Dia pun enggan berspekulasi soal penyebab kebakaran dengan hanya menyebutkan, penyebab awalnya mungkin ada warga yang membakar sampah dan lalai.

Diketahui, akibat kebakaran itu ada 36 kepala keluarga terdampak. Ada lapak pemulung serta 163 jiwa yang terdampak. Tapi jelas Cecep, status tempat yang hangus terbakar itu sendiri adalah sewa.

“Tempat yang sudah terbakar itu saat ini, tidak diperkenankan untuk ditempati lagi, karena korban sendiri statusnya sewa,” jelas dia.

Ia pun berpendapat jika lokasi kebakaran dirapikan lagi tentu ada aturannya, seperti dari kelurahan atau kecamatan. Karena puluhan bangunan itu harus ada izin jika ingin dibangun lagi.

“Kami akan rapat koordinasi dengan kecamatan sekaligus kelurahan untuk memutuskan itu boleh ditempati atau tidak,” ujar dia menyebutkan, bahwa kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Lihat juga...