Kota Semarang Gelar Vaksinasi per Kelurahan Percepat ‘Heard Immunity’

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Vaksinasi Covid-19 per kelurahan menjadi strategi baru di Kota Semarang dalam mempercepat capaian heard immunity. Langkah tersebut diambil sebagai upaya jemput bola dengan mendekatkan lokasi vaksinasi ke masyarakat.

“Kita terus gencarkan vaksinasi per kelurahan, ini kita lakukan secara bergiliran di 177 kelurahan di Kota Semarang yang tersebar di 17 kecamatan. Kita jemput bola dengan mendekatkan ke masyarakat. Mereka yang ikut ini didata oleh masih-masing RT. Pak dan bu RT ini yang paling tahu kondisi warga masing-masing, sehingga kita harapkan bisa lebih cepat dan mau divaksin,” papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, Selasa (31/8/2021).

Saat ini, capaian vaksin suntikan dosis pertama di Kota Semarang sudah mencapai 73,14 persen atau sekitar 954 ribu warga, sedangkan untuk dosis ke dua, yakni 51,27 persen atau sekitar 669 ribu warga.

“Untuk memenuhi herd immunity, kita harus bisa mencapai target yang diberikan Kementerian Kesehatan RI, yakni 1,3 juta warga Semarang harus sudah tervaksin, makanya ini terus kita kejar,” kata Hendi, panggilan akrabnya.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Selasa (31/8/2021). -Foto: Arixc Ardana

Selain kelurahan, sasaran berikutnya yakni  sekolahan dan pusat perbelanjaan. Ini menjadi strategi yang lebih masuk ke dalam, supaya masyarakat yang perlu vaksinasi bisa menjadi prioritas.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi secara terpisah memaparkan saat ini pihaknya memang terus melakukan jemput bola dalam vaksinasi Covid-19.

“Kita datang ke lingkungan masyarakat, seperti di kelurahan, ke sekolah dan pusat perbelanjaan. Harapannya, selain mendekatkan diri, kita berharap mereka ini mau divaksin,” ucapnya.

Termasuk juga vaksinasi Covid-19 di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Semarang. Tujuannya, agar masyarakat bisa datang ke mal, mengikuti vaksin, dan setelah itu, mungkin bisa berbelanja.

“Jadi, biar masyarakat juga mau datang ke mal atau pusat perbelanjaan. Mereka bisa lihat, mal menerapkan prokes ketat dan aman, jadi setelah vaksin, bisa jalan-jalan atau berbelanja. Ini juga menjadi upaya kita, untuk menghidupkan perekonomian,” ucapnya.

Meski terus melakukan percepatan, tak dipungkiri jika stok vaksin di Kota Semarang terbatas, bahkan pihaknya harus bisa mengatur logistik vaksin agar bisa merata untuk seluruh masyarakat.

Pihaknya kerap kali mendapat komplain dari masyarakat yang sering kehabisan kuota vaksin melalui victori.semarangkota.go.id.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya  minta masyarakat bersabar dan tidak patah semangat untuk sering mengecek ketersediaan vaksin di Puskesmas terdekat atau kelurahan sesuai KTP domisili.

“Saya minta warga sabar dan terus cek ketersediaan vaksin di Puskesmas terdekat atau Kelurahan yang kita jadikan sentra vaksinasi. Termasuk mengecek di victori.semarangkota.go.id,” pungkasnya.

Lihat juga...