Kota Semarang PPKM Level 2, Pelaku Usaha Minta Jam Operasional Dilonggarkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Kota Semarang saat ini berada di level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), seiring dengan menurunnya penyebaran covid-19. Kondisi tersebut, membuat para pelaku usaha, meminta agar jam pembatasan operasional dilonggarkan.

Sebelum diberlakukannya PPKM, jam operasional usaha seperti pedagang kali lima, resto, rumah makan, hingga tempat hiburan, dibatasi hingga pukul 23.00 WIB. Aturan tersebut kemudian diperketat, selama PPKM, hingga saat ini dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

“Ya, saya senang sekarang Kota Semarang sudah level 2 PPKM, kemarin (Senin-red), bahkan sudah mulai sekolah lagi. Harapannya, tentu dengan semakin turunnya level ini, pembatasan jam operasional bisa dilonggarkan,” papar Mohchtar, pedagang mie ayam keliling, saat ditemui di sela berjualan di kawasan Tembalang Semarang, Selasa (31/8/2021).

Dipaparkan, sebelum adanya PPKM, dan Kota Semarang hanya memberlakukan PKM, dirinya bisa berjualan hingga pukul 21.00 WIB.

“Namun karena kemarin PPKM, jualan dibatasi hingga pukul 18.00 WIB, kemudian dilonggarkan lagi pukul 20.00 WIB. Sekarang dengan semakin turunnya level, inginnya juga bisa dilonggarkan kembali. Kalau bisa sampai pukul 22.00 WIB,” lanjutnya.

Dijelaskan, dengan adanya kelonggaran jam operasional tersebut, dirinya berharap bisa berjualan lebih lama, sehingga pemasukkan juga bisa semakin banyak.

“Saya berjualan mie ayam mulai pukul 14.00 WIB, sampai nanti sekitar pukul 19.00 WIB. Kalau jam pembatasan lebih malam, kan ya bisa jualan lebih lama,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang warung makan, Suryani, yang juga ditemui di wilayah Tembalang Semarang. Seiring dengan adanya penurunan level PPKM, dirinya berharap ada kelonggaran untuk kapasitas tempat duduk, bagi konsumen yang akan makan ditempat.

“Waktu awal PPKM, tidak boleh makan di tempat. Itu berat juga, karena rata-rata yang beli disini itu, masyarakat yang lewat. Lapar, lalu mampir makan. Alhamdulillah, kemudian dilonggarkan boleh makan ditempat meski hanya 30 persen,” terangnya.

Kini pihaknya pun berharap, bisa dilonggarkan lagi, setidaknya bisa 50 persen. Termasuk juga jam opersional bisa diperpanjang, hingga pukul 21.00 WIB. “Ya harapannya seperti itu,” terangnya.

Tidak jauh berbeda, juga disampaikan Antono, pemilik usaha warung penyet di wilayah Tembalang Semarang tersebut. Selama ini, untuk menyiasati pembatasan jam operasional, warung kaki lima miliknya tersebut harus buka lebih awal.

“Biasanya baru buka pukul 17.00 WIB, namun selama PPKM , saya majukan jadi pukul 15.00 WIB, meski sebenarnya tidak ideal, karena konsumen biasanya makan penyetan itu sore hingga malam hari. Namun ya bagaimana lagi karena jam operasional jualan dibatasi,” ucapnya.

Dirinya pun memiliki harpan yang sama, dengan penurulan level PPKM di Kota Semarang, jam operasional bisa dilonggarkan sehingga masyarkat, para pelaku usaha, bisa berjualan lebih lama.

Lihat juga...