Kuliner Tradisional Topang Budidaya Aneka Tanaman Lalapan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah kuliner tradisional di sejumlah daerah di Indonesia jadi warisan tradisi yang dipertahankan hingga kini. Berbagai jenis kuliner tradisional tersebut kerap disajikan dengan pelengkap lalapan.

Lalapan menjadi penambah selera makan selain sayuran, lauk utama. Lalapan kerap dihidangkan mentah, direbus atau dikukus sebelum disantap.

Nurhayati, petani di Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung menyebut menanam berbagai tanaman lalapan. Ia menyebut lalapan kerap disajikan segar setelah dicuci. Sebagai cara menjaga kesegaran ia tidak memakai bahan sintetis untuk pupuk meminimalisir residu kimia. Mencegah tanaman dari bahan kimia sebutnya membuat lalapan lebih segar, menyehatkan.

Berbagai jenis tanaman lalapan yang dibudidayakan sebut Nurhayati jenis terong bulat, kemangi, pepaya, leunca, selada dan timun. Semua jenis tanaman lalapan itu kerap dipesan oleh usaha kuliner di Pesawaran dan Bandar Lampung. Proses penanaman memakai media tanah berpupuk organik membuat lalapan yang ditanam selalu segar. Disajikan mentah, direbus, dikukus membuat lalapan tetap segar.

“Saya panen tanaman lalapan setiap dua hari terutama untuk jenis yang berbuah secara bertahap berupa leunca, terong dan daun kemangi, sebagian sekali panen seperti timun yang banyak digunakan sebagai lalapan segar atau dibuat menjadi acar penambah kelezatan makanan,” terang Nurhayati saat ditemui Cendana News, Sabtu (28/8/2021).

Budidaya tanaman lalapan dilakukan Nurhayati di Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (28/8/2021). -Foto Henk Widi

Lalapan sebut Nurhayati merupakan varian sayuran yang bisa disantap langsung tanpa dimasak. Berbagai lalapan dipilih karena aromanya yang menggugah selera, rasa unik dan dipercaya memiliki nutrisi kaya untuk kesehatan. Jenis kemangi, sintrong, daun adas, daun jambu mete sebutnya memiliki aroma wangi menambah nafsu makan.

Berbagai jenis lalapan sebutnya dijual dengan sistem ikatan, ditimbang. Jenis kemangi, selada sebutnya kerap dijual dengan sistem ikatan. Jenis leunca, timun dan terong kerap dijual dengan sistem kilogram. Perikat lalapan sebutnya dijual mulai harga Rp1.000 hingga Rp2.500. Meski hanya mendapat hasil ratusan ribu, ia menyebut tetap menanam sayuran lalapan untuk kebutuhan keluarga.

“Saat ada acara yang berhubungan dengan adat, sajian kuliner selalu diberi lalapan,” ulasnya.

Jenis lalapan untuk kesehatan sebut Nurhayati kerap disajikan pada sejumlah hidangan tradisional. Warisan kekayaan tradisi kuliner suku Lampung sebutnya kerap disajikan dengan lalapan. Sayur lalapan akan semakin lengkap disajikan bersama cocolan sambal. Kuliner gulai pekhos, sambal sekhuit, ikan bakar kerap semakin lezat disantap dengan lalapan.

Mariana, salah satu petani di Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat mengaku membudidayakan tanaman lalapan.  Jenis tanaman lalapan tersebut meliputi sintrong, kemangi, leunca, cepokak serta daun adas. Berbagai tanaman lalapan kerap dijual memenuhi kebutuhan pedagang kuliner. Warung makan ayam bakar, ikan bakar kerap mempergunakan lalapan yang dibudidayakan olehnya.

“Sayuran untuk lalapan kerap dipanen sore sehingga langsung bisa diantar ke pelanggan dalam kondisi segar,” ulasnya.

Sukmanto, pedagang lalapan di Pasar Kangkung, Teluk Betung menyebut ia menjual jenis lalapan berbentuk buah, daun. Jenis lalapan buah berupa jengkol, petai, jering serta jenis daun berupa kemangi dan daun jambu mete. Permintaan jenis lalapan sebutnya banyak diminati oleh sejumlah warga yang ingin menikmati kelezatan kuliner tradisional. Lalapan kerap nikmat disantap bersama sambal.

“Saya selalu menyediakan jengkol muda dan tua untuk lalapan atau dijadikan bahan rendang,”bebernya.

Kelezatan lalapan menjadi penambah nafsu makan diakui Siti Kholilah, juru masak di warung makan Ibu Rohma Dua Putri di Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Lalapan wajib pada kuliner ikan bakar berupa kol, kemangi, terong hijau bulat, daun jambu mete, petai dan jengkol, kacang panjang. Lalapan jenis daun singkong, daun pepaya, labu siam dan jantung pisang disajikan setelah direbus.

Permintaan dari pelanggan sebut Siti Kholilah sesuai selera dengan penyajian segar, direbus. Olahan khas ikan laut dan ikan air tawar bakar semakin lezat kala ditambah lalapan. Berbagai sajian kuliner tradisional sebutnya semakin lengkap dengan menambahkan lalapan. Ia menyediakan berbagai sayur lalapan dengan kondisi segar dan bebas bahan kimia.

“Sebagian sayuran lalapan ditanam oleh karyawan untuk kebutuhan warung sebagian dibeli pada pasar tradisional,” ulasnya.

Menikmati ikan bakar dengan lalapan disukai oleh Buyung Hadiyanto. Ia mengaku lalapan favorit berupa kemangi, terong lezat disantap dengan ikan layang bakar. Lalapan sebutnya menambah sensasi kelezatan saat disantap bersama sambal. Ia menyebut lalapan segar yang belum direbus memiliki nutrisi yang menyehatkan tubuh. Sejumlah lalapan juga menjadi penambah nafsu makan.

Lihat juga...