Lakukan Pengadaan Bansos, Bogor Cairkan Biaya Tak Terduga Rp3 Miliar

Ilustrasi. Pembagian bansos kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri di Bogor - Foto Ant

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mencairkan dana biaya tak terduga senilai Rp3 miliar, untuk melakukan pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) tahun anggaran 2021.

“Anggaran Rp3 miliar tersebut untuk pengadaan 20.000 paket bansos,” kata Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Supriadi, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, bansos seharga Rp150 ribu per paket untuk warga yang mejalani Isolasi Mandiri (isoman) itu, hingga 31 Juli 2021 sudah terdistribusi 6.407 paket. Distribusi dilakukan menyebar ke-40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Warga yang tengah melakukan isoman, bisa mendaftar kepada pemerintah desa, untuk mendapatkan paket bansos berisi bahan makanan tersebut. “Daftar ke desa, desa laporan ke kecamatan, dan di kecamatan laporan data ke kami (Dinsos) agar satu pintu, tidak ada dobel data,” kata Supriadi.

Kecamatan dan desa diminta aktif melakukan mendata warga yang sedang melakukan isoman karena terpapar COVID-19. “Kita memohon kepada pak camat untuk mengusulkan kembali jika ada warganya yang isoman. Dengan data lengkap maka warga yang isoman mendapatkan bantuan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pemkab Pandeglang, Banten, mengawasi ketat penyaluran bansos dari pemerintah kepada warga di wilayahnya. Hal itu untuk memastikan bantuan dapat diberikan tepat sasaran. “Tujuan kami monev (monitoring-evaluasi) adalah untuk memastikan itu. Semua penerima bantuan, baik PKH, BPNT, dan BST, mendapatkan bansos tambahan berupa beras 10 kg untuk meringankan beban warga pada saat penerapan PPKM,” kata Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban, saat memantau penyaluran bantuan beras di Desa Mandalawangi, Pandeglang, Rabu (4/8/2021).

Menurut Tanto, pemerintah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Penyaluran bantuan beras pada Rabu (4/8/2021) dilakukan serentak di beberapa kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Diantaranya di Kecamatan Munjul, Cipeucang, dan Mandalawangi. “Kita pastikan tidak ada pemotongan. Semua ikut terlibat melakukan pemantauan,” tegasnya.

Pemerintah juga akan memberikan bantuan beras sebanyak lima kilogram per keluarga, kepada warga di luar penerima manfaat PKH, BPNT, dan BST. “Jangan sampai penerima PKH, BPNT dan BST menerima kembali bantuan ini. Yang lima kilogram ini untuk masyarakat di luar penerima PKH, BPNT dan PKH,” jelas Tanto.

Aparat kecamatan dan desa, diminta membantu memantau penyaluran bantuan beras tersebut, untuk memastikan seluruh warga yang berhak mendapatkan bantuan menerimanya. (Ant)

Lihat juga...