Mahasiswa Unipa Maumere Praktek di Kebun Petani

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Mahasiswa Fakultas Pertanian jurusan Agrobisnis dan Agroteknologi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sebulan praktek di kebun petani di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Agustinus Sterip Erikson, saat ditemui di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Senin (30/8/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Selama sebulan kiat belajar praktek di lahan petani,” kata Agustinus Sterip Erikson, Mahasiswa Unipa Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Senin (30/8/2021).

Erik sapaannya menyebutkan, selama praktek para Mahasiswa belajar tentang proses pengolahan lahan, pembentukan bedeng serta pemberian bokasi kepada bedeng.

Selain itu kata dia, juga belajar mengenai pemasangan mulsa, penyiapan ajir, pembibitan, penanaman, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

Ia mengakui, ilmu yang diperoleh saat di kampus bisa diterapkan di kebun petani saat praktek, namun ada ilmu yang tidak didapat selama kuliah.

“Ada perbedaan selama kuliah dan praktek. Kalau di kampus lebih banyak teori, sementara praktek, didapat banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui,” ujarnya.

Erik menambahkan, para Mahasiswa belajar secara langsung di lapangan mengenai apa yang tidak didapat di bangku kuliah seperti pembibitan, pemasangan mulsa, pemasangan ajir dan pemupukan.

Para Mahasiswa ini pun dengan malu-malu mengakui memiliki rencana terjun menjadi petani setelah menamatkan kuliahnya.

Sementara itu, Erik Paji, petani yang mengajarkan para mahasiswa menjelaskan, selama sebulan praktek di kebunnya dirinya memberikan banyak ilmu yang didapatnya selama hampir 11 tahun menjadi petani.

Erik yang juga alumni Fakultas Pertanian Unipa Maumere ini mengatakan, dirinya mengajarkan mengenai teknis budidaya tanaman cabai mulai dari pengolahan lahan.

“Karena tanahnya miring maka dibuat dahulu terasering bangku, pembibitan cabai, pembentukan bedeng, pemasangan mulsa, penyiapan ajir hingga penanaman bibit cabai,” terangnya.

Erik menjelaskan, sebelum kegiatan praktek, di awal pertemuan dibuat kesepakatan bersama, kontrak belajar dan disepakati jam masuk kebun jam 8 sampai 11.30 WITA lalu jam 14.00 WITA sampai 17.00 WITA.

Lanjutnya, sebelum kegiatan di lapangan, dirinya membuat diskusi dan belajar bersama terkait teori, dimana dirinya membawakan materinya terlebih dahulu sehingga dalam praktek mahasiswa semua sudah paham.

“Banyak materi yang harus saya bagi kepada mereka sebelum kegiatan dan semuanya diberikan dalam bentuk materi baru praktek dan dilakukan evaluasi bersama,” pungkasnya.

Lihat juga...