Makna Mainan yang Dipilih Cucu Tutut Soeharto pada Upacara Tedhak Siten

Editor: Maha Deva

JAKARTA  – Pada upacara tedhak siten, Aryandra Arhallah Sulistiyo Rukmana,  yang merupakan cucu ke-12 dari Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, menjalani sengkeran. Yaitu ritual memasuki kurungan ayam, yang dihias bunga melati.

 

Di dalam kurungan ayam, telah disiapkan berbagai macam mainan. Aryandra Athallah Sulistiyo Rukmana, putra kedua dari pasangan Ajie Sulistiyo Dwi Putra Maryulis dengan Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana, memilih mainan berupa uang kertas.

 

“Inshaallah, Aryandra, calon orang sukses dan berlimpah rejeki, berbakti kepada orang tua, serta menjaga dan melindungi kelurga dan perduli pada sesama,” ucap Tutut Soeharto, ketika sang cucu tercinta memilih selembar uang kertas mainan, yang ada di dalam kurungan ayam, pada prosesi upacara tedhak siten di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2021).

 

Selain memegang mainan uang, tangan mungil Aryandra, juga mengutak-ngatik mainan lainnya. Pilihan berikutnya adalah tasbih berwarna hitam. “Yang dipilih uang dan tasbih, semoga Aryandra menjadi anak saleh dan menjadi panutan masyarakat luas,” ujar Tutup Soeharto lebih lanjut.

 

Semua yang hadir memberikan ucapan doa, atas pilihan mainan tersebut. “Sangkar ayam yang telah dihiasi bunga dan didalamnya berisi ragam mainan itu melambangkan bahwa si anak akan memasuki dunia, dengan dibekali berbagai ilmu baik ilmu tauhid, maupun ilmu pengetahuan. Dan dipercaya bahwa mainan yang dipilih akan menjadi penetapan hatinya untuk berkarir. Amin,” ucap Yati Rukmini, pemandu acara upacara tedhak sinten.
Aryandra Athallah Sulistiyo Rukmana duduk di kursi berbahan tebu yang dilapisin 7 kain motif batik, dengan didampingi kedua orang tuanya  Ajie Sulistiyo Dwi Putra Maryulis dengan Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana,  pada  upacara tedhak sinten yang digelar di kediaman Eyang Tutut Soeharto di  Soeharto  di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/86/2021). foto: Sri Sugiarti.
Setelah proses masuk kurungan ayam atau sengkeran selesai. Aryanda Athallah Sulistiyo Rukmana digendong ayah dan bundanya, untuk kemudian didudukan di kursi, yang terbuat dari tebu wulung yang berhiaskan bunga yang harum dan dedaunan. Di atas kursi, dialasi tujuh macam kain batik yang bermakna baik. Kursi ini diletakkan di sebelah tangga tebu.

 

Selanjutnya, Aryandra Athallah Sulistiyo Rukmama, didampingi kedua orang tuanya, melakukan sungkeman kepada Baing (kakek) Indra Rukmana dan Eyang Tutut Soeharto, serta Opa Yulis Maryulis Martu dan Oma Mimie Suharmiyati. Berlanjut, Aryandra Athallah Sulistiyo Rukmana, yang digendong ayahnya dengan didampingi sang mama, menghampiri para sesepuh dan keluarga besar Tutut Soeharto, serta para tamu untuk meminta doa restu.

 

Acara tedhak siten Aryandra Athallah Sulistiyo Rukmana, diakhiri dengan pembagian mainan anak kepada keluarga, sanak saudara dan para tamu.  Ragam mainan itu digantungkan dalam satu pikulan. Semua yang hadir berebutan menarik mainan anak yang disiapkan. Terlihat semua yang hadir turut merasa kebahagiaan atas upacara tedhak siten cucu ke 12 dari Tutut Soeharto dan Indra Rukmana.
Lihat juga...