Menata Indah Dekorasi Kantor dengan Konsep Alam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Ada yang berbeda saat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) di mana gedung yang sebelumnya telah dibangun megah dua lantai dengan konstruksi beton bertulang, kini ditata lagi dengan konsep alam.

“Kami menata kantor ini dengan bahan-bahan alam di mana mayoritas menggunakan bambu,” sebut Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, NTT, Fahmi, SH, MH saat ditemui di kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Maumere, Rabu (4/8/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, NTT, Fahmi, SH, MH saat ditemui di kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waitoi, Kota Maumere, Rabu (4/8/2021). Foto: Ebed de Rosary

Fahmi menyebutkan, konsep yang ingin diusung yakni kembali ke alam dengan menggali dan mempertahankan kearifan lokal di Kabupaten Sikka.

Ia katakan, dalam melakukan penataan pihaknya juga menggunakan barang-barang yang tidak terpakai sehingga bisa bermanfaat.

Menurutnya, idenya alami saja karena banyak bambu sehingga dimanfaatkan bambu dan tanaman lainnya untuk memberikan kesan alami.

“Kami ingin mempertahankan, menonjolkan dan menjaga kelestarian kearifan lokal. Sebab siapa lagi yang melakukannya kalau bukan kita yang memulai,” ungkapnya.

Fahmi mengakui, dalam melakukan penataan menggunakan bahan-bahan alam tentunya menggunakan biaya yang besar juga.

Pembangunan pun terus berjalan. Bisa dikatakan setiap hari, selama dirinya memimpin lembaga Kejaksaan Negeri Sikka.

Dia sebutkan, pihaknya juga ingin mempertahankan kesenian dan budaya Nian Tana Sikka. Supaya masyarakat semakin tahu ada nilai seni, estetika, dan budaya yang memang layak untuk dieksplorasi.

“Apalagi mengusung tema bebas korupsi, kita harus menjaga budaya dan kearifan lokal di suatu daerah,” tuturnya.

Menurut Fahmi, pihaknya terus menghiasi kantor sambil berekreasi mencari hiburan di kantor agar pegawai betah dan tidak stres.

Selain itu ucapnya, pegawai pun merasa nyaman di kantor apalagi di Kota Maumere tidak ada taman untuk tempat rekreasi.

“Saya kan bukan kepala daerah jadi tidak mungkin menghias kota sehingga hanya bisa menghias tempat kerja saya. Saya ingin membuat orang merasa nyaman berada di kantor ini,” ucapnya.

Fahmi memaparkan akan membuat air mancur serta pagar kompleks perkantoran dengan batu-batu alam, serta masih banyak lagi pembangunan lainnya.

Ia tekankan, bahan dasarnya tetap bambu dan tenun ikat dalam menata kantor dan kompleks Kejaksaan Negeri Sikka sejak bulan Juni 2020.

“Kita berinovasi, berkreasi sampai saya pindah dari tempat ini. Furnitur serta ruangan dalam kantor pun tetap ditata dengan konsep alam,” jelasnya.

Sementara itu, John da Gomez, salah seorang warga Kota Maumere menyebutkan, penataan yang dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri Sikka selain menonjolkan kesan alami, juga membuat kantor terlihat lebih indah.

Menurut John, jarang sekali ada kantor yang menggunakan dekorasi kain tenun ikan di seluruh ruangan di kantor tersebut, serta membangun lopo-lopo dan air mancur di dalamnya.

“Penggunaan bambu sebagai tiang-tiang yang disusun di lorong-lorong kantor, terlihat sangat bagus, serta memberi kesejukan saat memasuki. Meja resepsionis saja dibuat berbentuk perahu menggunakan kayu,” ucapnya.

Dekorasi di ruang penerima tamu Kejaksaan Negeri Sikka, NTT yang menggunakan kain tenun ikat dan kayu yang didesain berbentuk perahu saat disaksikan, Rabu (4/8/2021). Foto: Ebed de Rosary

Disaksikan Cendana News, saat memasuki halaman kantor Kejaksaan Negeri Sikka terdapat sebuah lopo atau pondok yang berdinding bambu dan beratap ilalang sebagai ruang tunggu.

Di sampingnya terdapat sebuah tempat bersantai dengan kursi dan meja dari batang pohon. Terdapat pula air mancur serta ayunan yang talinya menggunakan tali pepohonan yang terdapat di hutan.

Hampir setiap sudut ruangan, temboknya juga didekorasi menggunakan kain tenun ikat dari berbagai motif yang ada di Kabupaten Sikka, termasuk menggunakan ukiran-ukiran berbahan kayu.

Lihat juga...