Menjaga Pohon, Cara Warga Lamsel Lancarkan Siklus Air Berkelanjutan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Lampung Selatan pada sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau dengan air terbatas dan sejumlah lahan pertanian mulai alami kekeringan. Namun juga ada yang tetap mencapatkan pasokan lancar berkat mempertahankan pohon penjaga siklus air.

Hendra, warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebutkan, penanaman pohon penjaga siklus air meliputi bambu, pinang, kemiri, gondang, aren dan rumbia. Semua jenis pohon tidak produktif sengaja ditebang melalui sistem tebang pilih dan ditanami bibit baru.

“Sebagian warga mulai merombak tanaman kayu keras dengan sistem tebang pilih jenis medang, bayur dan diganti dengan tanaman produktif jenis durian, petai, kemiri yang menghasilkan buah untuk bisa dipanen secara berkelanjutan tanpa menebang pohon yang efektif menyerap air,” terang Hendra saat ditemui Cendana News, Rabu (4/8/2021).

Memasuki Agustus ia masih bisa mendapatkan keuntungan sistem tebang pilih. Jenis batang pinang, bambu kerap dipesan oleh warga untuk perlengkapan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keberadaan pohon menjadi berkah bagi Usman warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan penjaga pasokan air, Rabu (4/8/2021). Foto: Henk Widi

Mempertahankan pohon pinang sebutnya tetap bisa menjaga pasokan air. Sebab menurut Hendra, batang pinang tumbuh subur di tepi aliran sungai. Tanpa menebang pinang ia masih bisa mendapat hasil penjualan buah Rp14.000 per kilogram. Sementara bambu dijual Rp5.000 per batang.

“Rumpun bambu yang ditebang tetap menghasilkan rebung atau tunas baru sehingga akan tetap lestari,” cetusnya.

Menghemat pasokan air juga dilakukan Sarijan dengan bendungan sistem filter memakai batu, saringan dari ijuk aren. Cara tersebut bertujuan membendung air siring namun tetap bisa dialirkan ke bagian bawah.

Penyiraman sistem kocor sebut Sarijan jadi cara menghemat air. Pupuk yang berasal dari campuran air, pupuk kompos disiramkan pada 2.500 batang tanaman cabai. Cara tersebut lebih efektif mengocorkan air pada tanaman bersama pupuk.

Lihat juga...