Minim Pembeli, 60 Perusahaan Genteng di Situbondo Gulung Tikar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SITUBONDO — 60 perusahaan genteng di Desa Kalibagor, Situbondo, Jawa Timur terpaksa gulung tikar karena hasil produksi menumpuk di tempat penyimpanan dan nyaris tidak ada pembeli.

Surya, salah satu pemilik perusahaan genteng mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 terjadi, banyak perusahaan genteng yang tidak melanjutkan usaha mereka, karena hasil produksi tidak laku terjual.

“Saat ini total pengusaha genteng disini yang sudah tutup sebanyak 60 perusahaan,” ujar Surya kepada Cendana News, Selasa (24/8/2021).

Disebutkan, pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengakibatkan pengusaha semakin kesulitan dalam mendapatkan konsumen.

“Kami hampir lebih banyak ruginya dalam memproduksi genteng. Sedangkan, usaha genteng merupakan mata pencaharian utama warga Kalibagor,” ucapnya.

Surya menyebutkan, sulitnya pendistribusian usaha genteng menjadi salah satu dampak pertumbuhan ekonomi menurun. Daya beli masyarakat semakin rendah.

“Orang akan berfikir berulang kali untuk membeli genteng, terlebih lagi apabila tidak terlalu dibutuhkan. Ditambah dengan penerapan PPKM, semakin sulit mendapatkan penghasilan,” jelasnya.

Surya mengaku, dirinya memilih untuk tetap menjalankan usaha produksi dengan berharap mendapatkan pesanan dari para pelanggannya.

“Sebenarnya, untuk biaya produksinya sekarang tidak sebanding dengan hasil yang akan didapatkan. Saya sendiri tidak tahu kapan ada pembeli yang datang kesini,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Kalibagor, Bunadin mengatakan, banyak pengusaha genteng yang gulung tikar karena sulitnya mendapatkan pembeli selama pandemi Covid-19.

“Jumlah perusahaan milik warga mencapai 120. Selama masa pandemi Covid-19, sebanyak 60 pengusaha sudah gulung tikar,” ucapnya.

Bunadin menambahkan, pihaknya telah menyampaikan perihal tutupnya perusahaan genteng di Kalibagor kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagen) Situbondo.

“Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi. Seperti meminta warga membeli genteng di wilayah Kabupaten Situbondo, bukan dari luar kota, agar roda ekonomi di wilayah ini tetap berputar,” tambahnya.

Lihat juga...