MUI Dorong Entrepreneur Muslimah Tingkatkan Ekonomi Umat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap entrepreneur muslimah Indonesia dapat berperan dalam upaya meningkatkan ekonomi umat secara kreatif dan inovatif.

Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Marsudi Syuhud, mengatakan sebagai negara mayoritas muslim, peran muslimah di Indonesia sangatlah penting dalam mendorong peningkatan ekonomi umat.

“Muslimah Indonesia dapat berperan strategis untuk mendorong entrepreneur perempuan di Indonesia,” ujar Marsudi, pada acara virtual tentang peran muslimah dalam membangun ekonomi di Jakarta,  diikuti Cendana News, Selasa (31/8/2021).

Dikatakan dia, bahwa negara yang maju adalah negara yang memiliki enterpreneur yang kuat. Seperti beberapa negara yang memiliki jumlah enterpreneur lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Contohnya, Amerika Serikat (AS) dengan jumlah enterpreneur 11 persen dari jumlah penduduk, Singapura 7 persen dan Malaysia di angka 6 persen.

Sementara enterpreneur perempuan di Indonesia masih berada di angka 3,6 persen.Dia berharap, ke depan bisa menyalip ketiga negara tersebut.

Ketua MUI bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (MUI-PRK), Prof. Dr. Hj. Amany Lubis saat memaparkan peran muslimah dalam bidang ekonomi pada acara virtual tentang membangun ekonomi umat di Jakarta yang diikuti Cendana News, Selasa (31/8/2021). –Foto: Sri Sugiarti

“Jadi masih terbuka lebar untuk para ibu menjadi entrepreneur muslimah di Indonesia, dan saya harapkan tidak terhenti di 3,6 persen,” tukasnya.

Dalam usahanya, dia juga berhadap entrepreneur muslimah dapat mengembangkan ekonomi umat secara kreatif dan inovatif. Yakni, sesuai dengan perintah Allah SWT, menyempurnakan usaha dengan membayar zakat.

“Umat Islam harus menjadi umat yang mengeluarkan zakat, salah satunya melalui jalur entrepreneur,” ungkapnya.

Ketua MUI bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (MUI-PRK), Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, mengatakan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di kalangan muslimah harus didorong, guna memajukan perekonomian bangsa.

“Potensi untuk pengembangan ekonomi umat di pelosok Indonesia sangat besar. Banyak hasil bumi yang bisa diolah dan dikembangkan menjadi sumber usaha,” ujar Amani, pada acara yang sama.

Allah SWT berfirman, bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah perniagaan. Maka itu, menurutnya, umat Islam perlu banyak mengembangkan kewirausahaan, utamanya di antara para muslimah agar memberi kebermanfaatan.

Sehingga, PRK MUI berkomitmen  pemberdayaan ekonomi umat menjadi gerakan yang sustainable (berkelanjutan) berdasar ridha Allah SWT, yakni usahanya sesuai prinsip-prinsip syariah.

Maka itu, menurutnya penting memadukan kecerdasan finansial, kecerdasan sosial, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritual dari setiap entrepreneur muslimah.

Dia pun mencontohkan, bagaimana istri Rasulullah SAW, yaitu Siti Khadijah, dan sahabat-sahabatnya mengembangkan usaha dengan menebar manfaat bagi umat.

Memang, diakuinya masih terjadi kesenjangan gender dalam dunia wirausaha di Indonesia. Dan, hasil penelitian menyebutkan gender masih menjadi halangan bagi sebagian perempuan untuk memulai sebuah usaha.

“Karena kaum perempuan masih diragukan kemampuannya untuk memiliki usaha sendiri. Nah, kita harus menciptakan entrepreneur muslimah yang mumpuni,” tandas Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, yang merupakan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dia menjelaskan, saat ini baru sekitar 0,25 persen pengusaha perempuan yang eksis dan aktif melakukan jiwa wirausahanya di Indonesia. Padahal, jika perempuan didorong untuk berwirausaha, mereka juga mampu menjadi penggerak perekonomian rumah tangga. Karena, perempuan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi perhatian.

“UMKM di Indonesia memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, terutama dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” pungkasnya.

Lihat juga...