Omzet Warung Cerdas Wanareja Berangsur Normal

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, omzet penjualan di Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap, mulai normal kembali. Saat ini omzet warung binaan Yayasan Damandiri tersebut sudah mencapai Rp32 juta per hari.

Sebelumnya, pada awal pandemi Covid-19 omzet penjualan di Warung Cerdas Wanareja sempat menurun hingga di bawah Rp20 juta per hari. Kenaikan omzet penjualan saat ini disebabkan pembatasan jam operasional di pasar-pasar tradisional, sehingga banyak pembeli yang beralih ke Warung Cerdas Wanareja.

“Sudah mulai normal saat ini, dalam satu hari mencapai Rp32 juta dan setiap hari pasti di atas Rp30 juta,” kata pengelola Warung Cerdas Wanareja Cilacap, Sudaryanto, Selasa (31/8/2021).

Pengelola Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap, Sudaryanto, Selasa (31/8/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Sebagian besar barang yang terjual dengan cepat, yaitu sembako, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.

Sudaryanto mengakui, PPKM darurat membawa berkah tersendiri bagi warung cerdas, sebab jam operasional warung cerdas bisa sampai malam hari, yaitu pukul 20.00 WIB. Sementara di sisi lain, untuk pasar tradisional jam operasional justru dibatasi.

“Walaupun membuat omzet naik, tetapi kita juga tidak ingin PPKM terus berkepanjangan dan pandemi Covid-19 cepat berlalu, sebab sebelum pandemi, omzet kita sudah stabil dan cenderung mengalami kenaikan, karena Warung Cerdas Wanareja ini sudah banyak dikenal masyarakat,” jelasnya.

Saat ini ada enam orang karyawan di warung cerdas, yaitu dua orang kasir dan empat pegawai yang mengawasi dan mengatur barang-barang dagangan.

Terkait suplayer lokal yang biasa memasok barang-barang kebutuhan pokok ke Warung Cerdas Wanareja, Sudaryanto mengatakan masih tetap berjalan dan pemasok lokal menjadi prioritas bagi warung cerdas. Sekarang ini ada 13 suplayer lokal yang masih rutin memasok berbagai  produk ke warung cerdas. Seperti beras dan telur, ada tujuh orang petani yang menyuplai kebutuhan beras, telur ayam dan telur puyuh.

Sudaryanto menegaskan, pada prinsipnya jika ada petani lokal ataupun warga sekitar yang mampu menyuplai kebutuhan ke Warung Cerdas Wanareja, maka akan diutamakan. Selebihnya, jika masih ada kekurangan pasokan barang kebutuhan lainnya, Warung Cerdas baru mengambil kepada suplayer dari luar.

Salah satu pelanggan Warung Cerdas Wanareja, Samsul, mengatakan ia selalu berbelanja di warung tersebut karena harga yang ditawarkan lebih murah dan kualitas barang juga selalu terjaga.

“Letaknya dekat dengan rumah, harga murah dan kualitas barang dagangan juga terpantau, jadi lebih nyaman belanja di sini,” ucapnya.

Lihat juga...