Pandemi, Budi Daya Bibit Ikan Lele Tetap Prospektif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Budi daya pembibitan ikan lele jadi salah satu primadona di masa pandemi. Tahan banting, karena permintaan terus berdatangan bahkan hingga memenuhi permintaan dari luar daerah.

Seperti diakui oleh Nemin, warga Kampung Pamahan, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia dan anaknya budidaya ikan lele memanfaatkan lahan kosong di lingkungannya. Untuk pembibitan khusus lele dengan model kolam terpal.

“Kami sistem kerjasama dengan pengusaha, kami hanya membesarkan berbagai varietas lele saja hingga layak kirim ke daerah. Sudah menjalin kerjasama dengan beberapa daerah seperti Palembang,” jelas Kong Nemin kepada Cendana News, Senin (30/8/2021).

Diakuinya, sistemnya hanya mengurus pembesaran bibit hingga layak kirim. Mereka hanya melakukan perawatan, dari bibit dasar yang dikirim, lalu ditebar di kolam yang disediakan. Setelah layak baru diambil di-packing  dikirim ke berbagai daerah.

Menurutnya, sistem itu lebih efektif bagi petani budidaya, karena tidak perlu lagi mencari pemasaran. Mereka hanya fokus melakukan perawatan sampai batas waktu tertentu. Tapi, diakuinya pendapatan terbatas, karena biasanya sudah sistem borongan, setelah biaya pakan, tenaga, dan perawatan dibayar.

“Bibit memang sudah dikirim, istilahnya kami hanya modal tenaga saja untuk melakukan perawatan. Enaknya nggak ada risiko rugi. Sebenarnya, usaha pembibitan begitu mudah. Tapi cari pasar tetap, ya itu yang terkendala biasanya,” jelas dia mengaku,  bosnya telah memiliki banyak petani budidaya di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk jenis bibit ikan lele, jelasnya, memiliki beragam varian sesuai permintaan. Di lokasi pembibitan ini, jenis lele sangkuriang lebih memiliki banyak peminat, dan dikenal di berbagai daerah.

Debi, anak dari Nemin, mengakui bahwa lokasi pembibitan tersebar di beberapa lokasi di wilayah Kota Bekasi. Tidak hanya di Pamahan, Jatimekar.

“Bos memiliki pelanggan di berbagai tempat, jadi termasuk memenuhi pembibitan di wilayah Kota Bekasi, Banten, dan lainnya,” ujar Debi.

Menurut Debi pula, permintaan lele ini cukup banyak sebenarnya, tapi modalnya pun harus besar, terutama harus ada orang khusus yang menjaga, merawat, selama dalam kolam.

Efektifnya, petani  jadi bisa fokus dalam hal pembesaran, tidak lagi memikirkan pemasaran. Dengan sistem ini, setiap sebulan sekali pasti sudah dipanen untuk dikirim.

Saat ini, diakuinya, kolam tempatnya baru panen, sekarang masih pembersihan area kolam dengan mengganti air. Kemudian disiapkan pengisian bibit baru lagi.

Lihat juga...