Pandemi, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri Batasi Pinjaman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

TASIKMALAYA – Selama masa pandemi ini, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Desa Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, memperketat proses pencairan dana pinjaman bagi seluruh anggota.

Salah satunya adalah dengan menerapkan kebijakan pembatasan kenaikan plafon pinjaman maksimal 50 persen bagi setiap anggota yang selama ini dinilai layak mengajukan kenaikan pinjaman. Biasanya kelayakan ini akan ditinjau dari taat atau tidaknya anggota dalam membayar angsuran bulanan.

“Selama masa pandemi ini kita tidak bisa sembarangan mencairkan pinjaman. Karena dikhawatirkan dana yang sudah dikeluarkan akan sulit kembali, mengingat banyak masyarakat yang terdampak Covid-19. Karena itu, kenaikan plafon pinjaman bagi anggota kita batasi. Diharapkan beban anggota tidak akan terlalu berat saat membayar angsuran,” ujar Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail, Selasa (31/8/2021).

Akibat banyak anggota terdampak pandemi, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri sendiri diketahui mengalami penurunan omzet pendapatan, sebagaimana dialami sejumlah koperasi simpan pinjam lainnya.

Hal itu disebabkan karena banyak anggota tidak bisa membayar angsuran bulanan akibat kehilangan pekerjaan ataupun pendapatan mereka, sehingga pihak koperasi harus memberikan keringanan berupa tenggat waktu pembayaran angsuran.

“Biasanya omzet kita berkisar antara Rp35 juta per bulan. Namun selama pandemi ini turun menjadi hanya sekitar Rp15 juta per bulan. Bahkan pernah sampai Rp10-12 juta per bulan. Meskipun saat ini sudah mulai kembali pulih yakni berkisar antara Rp20-25 juta per bulan,” katanya.

Didirikan sejak akhir 2019 lalu, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri melalui unit usaha Modal Kita tercatat telah mampu memberikan akses permodalan bagi sebanyak 1141 warga kurang kurang mampu di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) di Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Jumlah tersebut mencakup sekitar 42 persen dari total sebanyak 2426 penduduk warga desa yang terletak di kawasan sisi tenggara Gunung Galunggung Jawa Barat itu.

Seluruh warga penerima manfaat pinjaman modal usaha itu tersebar di sebanyak 11 kelompok yang ada di 4 wilayah dusun. Mayoritas dari mereka merupakan warga miskin atau kurang mampu yang berprofesi sebagai pedagang.

“Unit usaha Modal Kita yang dijalankan Koperasi Amanah Galunggung Mandiri ini telah berjalan selama kurang lebih 3 tahun. Sampai saat ini kita telah menerima gelontoran dana dari Yayasan Damandiri mencapai Rp2,276 miliar lebih. Sementara hingga 2021 ini total perputaran sudah mencapai Rp3 miliar Iebih,” katanya kepada Cendana News.

Menurut Taufik, keberadaan unit usaha Modal Kita di DCML Cilampunghilir selama 3 tahun terakhir, telah memberikan manfaat luar biasa bagi warga sekitar.

Disamping menjadi sumber permodalan bagi warga, adanya unit usaha Koperasi Amanah Galunggung Mandiri juga terbukti mampu mendorong perekonomian masyarakat di tengah situasi pandemi.

Lihat juga...