Pandemi, Orang Tua Perlu Bangkitkan Aktivitas Fisik Anak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kegiatan olahraga teratur di tengah pandemi Covid-19 tetap harus dilakukan anak-anak dalam membangun daya tubuh. Peran orang tua menjadi penting untuk memandu agar aktivitas fisik yang dilakukan anak terukur.

Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih mengatakan, belajar di rumah membuat peserta didik minim sekali melakukan kegiatan fisik dan berolahraga yang merupakan bagian dari pendidikan karakter.

Hal ini juga disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat. Sehingga ia mengimbau agar orang tua memberikan contoh gerakan olahraga menyehatkan yang dapat dilakukan di rumah.

Dikatakan dia, kegiatan fisik dan berolahraga merupakan bagian dalam mewujudkan kemerdekaan belajar.

“Fisik yang sehat dapat membuat anak berpikir jernih dan lebih kreatif,” ujar Sri, pada diskusi virtual tentang olahraga di Jakarta yang diikuti Cendana News, Jumat (27/8/2021).

Dalam aktivitas di rumah selama pandemi, Sri menyarankan agar orang tua lebih kreatif memberi contoh melalui media sosial (medsos) tentang kegiatan fisik dan olahraga kepada anak.

“Jadi, orang tua bisa memanfaatkan akses olahraga secara virtual dengan pemandu agar aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak juga terarah dan terukur dengan baik,” terangnya.

Dengan terbatasnya aktivitas yang dapat dilakukan di luar rumah, maka kata dia, orang tua bisa mengajak anaknya berolahraga secara online di rumah selama pandemi Covid-19 ini.

Selain kegiatan fisik, orang tua perlu menumbuhkan kesadaran protokol kesehatan (prokes) dengan tetap menjaga asupan gizi untuk menjaga imun tubuh anak.

Ketua Indonesia Asosiasi Gizi Olahraga (ISNA), dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengatakan, berbagai pembatasan yang diterapkan di masa pandemi Covid-19 membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai dan jarang berolahraga.

Ketua Indonesia Asosiasi Gizi Olahraga (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, saat memaparkan manfaat olahraga bagi tumbuh kembang anak pada diskusi virtual tentang olahraga di Jakarta yang diikuti Cendana News, Jumat (27/8/2021). Foto: Sri Sugiarti.

“Padahal olahraga sangat penting bagi proses tumbuh kembang dan menjaga daya tahan tubuh mereka supaya tidak mudah terinfeksi virus,” ujar Dr. Rita, pada acara yang sama.

Karena menurutnya lagi, untuk mengoptimalkan perkembangan anak, tambah dia, selain memberikan nutrisi, orang tua juga perlu mengajak anaknya untuk berolahraga secara teratur.

Apalagi anak-anak memiliki otot dan tulang yang diciptakan agar mereka dapat bergerak setiap harinya. Sehingga dengan melakukan gerakan olahraga yang teratur mampu mendukung perkembangan otot, tulang, dan jaringan tubuh lainnya.

Bahkan tegas dia, olahraga mampu mengoksigenasi otak anak untuk melakukan proses berpikir agar mereka bisa tetap fokus belajar.

Selain itu, juga akan menstimulasi aktivitas di dalam saluran pencernaan, sehingga asupan nutrisi yang masuk dapat dicerna dengan baik.

Bergerak aktif juga dapat meningkatkan hormon endorfin yang memengaruhi suasana hati anak. “Anak jadi lebih tenang, dan mencegah rasa stres, juga meningkatkan sistem imun,” tukas Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, yang juga merupakan dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan anak-anak untuk berolahraga selama 60 menit dalam sehari.

Atas anjuran itu, Rita menyarankan agar orang tua dapat membagi waktu tersebut ke dalam dua jenis olahraga yang dapat dilakukan anaknya.

Yakni sebut dia, aerobik untuk kesehatan jantung, dan juga melakukan senam, jogging  serta lari di tempat. Juga latihan kekuatan untuk otot maupun tulang misalnya dengan bermain bola dan melompat.

“Anak yang melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjadi lebih bugar dan bisa fokus belajar,” pungkasnya.

Lihat juga...