Pandemi, Pedagang di Situbondo Optimalkan Penggunaan Teknologi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SITUBONDO – Transformasi sistem digital marketing menjadi acuan dasar dalam pengembangam usaha di masa pandemi Covid-19. Sebab, hal ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan pemasaran produksi usaha, khususnya dengan sistem pre order.

Mustawan, pedagang ayam warga Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, mengatakan, sistem pre order saat ini menjadi peluang bagi pelaku usaha di masa pandemi Covid-19. Maka,  ia harus mengubah sistem pemasaran yang dilakukan secara masif, melalui digital marketing atau pemasaran secara online.

“Pemasaran secara online menjadi cara mudah orang mengenal usaha yang kita jalani. Tinggal bagaimana kita memiliki penawaran menarik yang bisa membuat orang tertarik dengan produk yang kita tawarkan,” ujar Mustawan kepada Cendana News, di Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Selasa (24/8/2021).

Mustawan mengaku, usahanya dalam sektor peternakan mampu berkembang dengan baik. Ia mengaku, memiliki cara tertentu dalam memasarkan produk miliknya kepada para konsumen.

“Yang saya jual merupakan anakan ayam daging yang berwarna-warni. Tentu, usaha seperti ini sudah pernah saya jalani sebelum masa pandemi Covid-19. Namun, tantangan proses penjualan berbeda dengan saat ini,” ucapnya.

Mustawan menyebutkan, saat ini dirinya fokus melakukan pemasaran di media sosial. Baik melalui private chat maupun via grup media whats app.

“Ada peluang baik pada saat saya aktif mempromosikan via online. Hampir setiap hari, ada orderan yang masuk ke admin kita. Paling sedikit, dalam wilayah Kabupaten Situbondo, sehari ada 80 ekor ayam yang dipesan warga,” jelasnya.

Satu ekor ayam yang terjual, Mustawan mengaku, menjual dengan harga Rp5.000. Seiring berjalannya waktu, dirinya bisa menjual usahanya hingga 800 ekor per hari. Dalam satu hari, ia bisa mendapatkan pemasukan sebanyak Rp4.000.000.

“Karena kita pemasarannya via online jadi kita harus mengantar pesanan orang. Bukan hanya dalam wilayah kota, sampai pelosok desa juga kami antar,” ucapnya.

Secara terpisah, Aprilianto, pedagang lainnya mengatakan, dirinya kini juga lebih aktif mengantarkan beberapa pesanan ayam kecil warna-warni yang juga menjadi usaha yang ia jalani.

Aprilianto, saat ditemui Cendana News di sela aktivitas mengantarkan pesanan pelanggan, di temui di Desa Curah Kalak, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Selasa (24/8/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Kalau sebelum pandemi, bisa langsung menuju ke tempat yang menjadi pasar saya, seperti sekolah dan tempat hiburan lainnya yang banyak peminat atau pembeli,” ucapnya.

April menambahkan, kini promosi online yang dilakukannya mendapat respons masyarakat.

“Satu hari kita antar semua pesanan orang. Saya sendiri bukan sebagai peternak, namun sebagai penjual yang memasok persediaan dari para peternak ayam kecil warna-warni itu,” ungkapnya.

Upaya yang dilakukan cukup berhasil, April mengaku, ia juga menjual dengan harga Rp5.000 per satu ekor ayam kecil.

Lihat juga...